Pemerintah dan Kita ; Tukang Beras dan Tukang Roti

Diradio, televisi, koran dan media-media lain sering kita dengar banyak orang mengomentari kesalahan pejabat, pengusaha, anggota legislatif dan sebagainya, tetapi mengapa kecurangan, demi kecurangan terus saja terjadi?
Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram beras dari seorang petani. Ia curiga bahwa beras yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang beras itu, dan benar, berat beras itu tidak penuh satu kilogram.
Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada polisi dan memperkarakannya, dengan tuduhan : melakukan penipuan bisnis, dengan memalsukan berat beras yang dijualnya
Petani itu diajukan ke sidang pengadilan.
Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, ” terdakwa, tentu kau mempunyai timbangan? Untuk menimbang berasmu ”
“Tidak, tuan hakim.” jawab si petani.
“Lalu bagaimana kau bisa menimbang beras yang kau jual?” tanya hakim kemudian..
Petani itu menjawab “ah…itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang beras seberat satu kilogram itu, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu sebagai penyeimbang.”
Cukup banyak contoh, bahwa kita mudah menyalahkan orang lain untuk berperilaku lurus, namun kita sendiri tidak melakukannya.
Kawans, mari besegera mempebaiki keadaan dengan mulai dari diri sendiri, kita mulai dari apa yang kita bisa, dan kita mulai sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s