Penyanyi dan Pencipta Lagu

Menjadi orang pintar banyak godaanya, karena kita lebih tahu tentang banyak hal maka lebih mudah melihat kesalaahan yang dilakukan orang lain, lebih mudah kecewa dengan hasil kerja orang lain, karena kita tahu mestinya dapat lebih bagus dari ini. Bila kita tidak dapat mengontrolnya maka akan lebih cepat pula kita mengkritik kelemahan orang tersebut. Untuk membantu kita mengontrol kecenderungan mengkritik ini, mari belajar dari kisah berikut ini:
Ada seorang wanita yang memiliki suara yang bagus sekali. Wanita ini bersuamikan pemain musik, pemain keyboard, dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, tangga nada dan hal-hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.
Kalau isterinya menyanyi selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi, lain kali dia berkata bagian ini kurang pelan, lain kali dia berkata bagian akhir harusnya “kres”..naik sedikit, dsb..selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya sang wanita malas menyanyi.
Karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.
Suatu ketika isterinya bertanya: “Pak, bagaimana laguku pa?” dan dia berkata kepada isterinya: “Ma…saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi, ma!!”
Lain kali dia berkata,”Ma..kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli, karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja…. Sebelum saya menikah saya sering tidak bisa tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi…tidurku menjadi pulas. Hatiku bahagia setiap waktu”
Istrinya sangat senang, tersanjung dengan pujian yang diterimanya dan membuat dia gemar bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia terus berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.
Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi. Sedikit pujian memberikan rasa diterima…memberikan dorongan…semangat dan dorongan untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi yang bisa diraihnya.
Kawans, bentakan, kecaman, amarah atau kritik tidak banyak merubah keadaan. Karena itu marilah kita saling memberikan sedikit pujian satu dengan yang lain, kalau itu kita lakukan maka orang sekeliling kita akan berkembang lebih maksimal. Apresiasilah kinerja orang lain, meski sedikit yang sudah dihasilkan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s