CERMIN ANAK 2

galuh

Puisi pendidikan anak usia dini yang paling fenomenal sepanjang sejarah barangkali adalah “Children Learn What They Live” yang ditulis Dorothy Law Nolte. Puisi pendidikan yang sudah menjadi karya klasik ini sebenarnya ditulis pada tahun 1954 untuk koran Torrance Herald di Southern California, di mana Dorothy sendiri adalah salah satu kolumnisnya. Setelah dimuat di surat kabar itu, puisi ini menjadi sangat terkenal dan dapat ditemukan di mana-mana.

Di Indonesia, puisi ini sempat di tejemahkan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya IslamAktual; refleksi-sosial seorang cendekiawan Muslim.

Berikut adalah tejemahan bebas dari Puisi Dorothy Law tersebut:

Anak-anak Belajar dari Kehidupannya

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan   dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Dari puisi tersebut, kita bias tahu apa yang terjadi dengan anak kita sekarang adalah buah dari didikan kita dimasa lalu. Anak kita sesungguhnya mengenalkan siapa diri kita.

Anak kita adalah cemin kita. ANAK kita mengenalkan siapa kita seSUNGGUHnya

  1. Jk anakmu BERBOHONG, Itu krn engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT
  2. Jk anakmu TDK PERCAYA DIRI. Itu krn engkau TDK MEMBERI dia SEMANGAT.
  3. Jk anakmu KURANG BERBICARA dan menarik diri. Itu krn engkau TDK MENGAJAKNYA BICARA.
  4. Jk anakmu MENCURI, Itu krn engkau TDK MENGAJARNYA MEMBERI dan BERBAGI.
  5. Jk anakmu PENGECUT, Itu krn engkau selalu MEMBELANYA.
  6. Jk anakmu TDK MENGHARGAI ORG LAIN, Itu krn engkau BERBICARA TERLALU KERAS kpdnya.
  7. Jk anakmu suka MARAH2, Itu krn engkau KURANG MEMUJINYA.
  8. Jk anakmu SUKA MENGASARI org lain, Itu krn engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN terhadapnya.
  9. Jk anakmu LEMAH, Itu krn engkau SUKA MENGANCAMNYA.
  10. Jk anakmu CEMBURU, Itu krn engkau MENELANTARKANNYA
  11. Jk anakmu MENGGANGGUMU, Itu krn engkau JARANG MENCIUM atau MEMELUKNYA.
  12. Jk anakmu TDK MEMATUHIMU, Itu krn engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya
  13. Jk anakmu TERTUTUP, mungkin Itu krn engkau TERLALU SIBUK dgn DIRImu SENDIRI.

Sebagai gambaran, ada kisah yang indah tentang Cermin Anak. Kisahnya begini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s