Kue Prasangka Baik

Sering kita tergesa-gesa memberi penilaian buruk terhadap potongan-potongan kejadian yang kita alami, kita kurang sabar menunggu potongan-potongan itu bergabung secara utuh, Apalagi bila kita menyerah ketika merasa pahitnya potongan itu, dan meninggalkannya, maka kesatuan yang utuh tidak kita dapatkan.

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, dimarahi Guru, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, Aku sangat menyukai Kue buatan Mama.”
“Coba, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.
“Aihss,” ujar anaknya sambil meringis.
“Bagaimana dgn telur mentah ?” Lanjut sang Ibu, dasar anak bandel maka dicobanya juga, namun segera dimuntahkannya telur mentah itu
“Mama ini gimana sih, tentu saja nggak enak Ma.”
Namun dengan tenang Ibunya melanjutkan “Masih Mau coba tepung terigu atau baking soda ?”
“Mama, semua itu menjijikkan.”
Lalu Ibunya menjawab,”Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka akan menjadi kue yang enak.”
Demikian juga masalah-masalahmu, cobalah dijalani dulu dengan sungguh-sungguh semuanya, maka kenikmatan yang sebelumnya tidak terpikirkan karena tenggelam dalam kesengsaraan itu akan kamu dapatkan.

Kawans, Seringkali kita bertanya mengapa kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Bahkan sering tidak ada orang yang mau memberi pertolongan. Coba kita melihat hal ini secara utuh, tidak sepotong-sepotong, cobalah memiliki ketekunan walaupun kita belum mengetahui hasil akhirnya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Percayalah bahwa sesuatu yang tidak membuat kita mati, pasti akan menguatkan kita di masa mendatang. Saat harapan belum sampai, yakinlah bahwa rencana Tuhan selalu melebihi harapan yang kita semaikan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s