Rahasia Bahagia

BAHAGIA
BAHAGIA

Entah kenapa saya merasa terlahir sebagai orang yang sial, tidak beruntung. Dan saya merasa tidak bahagia dengan keadaan ini. Bayangkan di usia yang ke 28 tahun ini pekerjaan saya belum mapan, di saat teman teman seusia saya sudah menimang anak dan asyik memamerkan foto liburan keluarga mereka di sosial media, saya masih mencari cari kerja yang cocok dengan saya. Kesialan saya rupanya tidak disitu saja, calon istri yang sudah saya pacari selama 6 tahun, sudah dilamar dan sudah menentukan hari pernikahan memilih kabur dan menikah bersama dosen pembimbing tesisnya!

Tak berhenti sampai disitu, karena prestasi kerja yang terus menurun saya akhirnya di PHK karena tidak mencapai target perusahaan. Jadilah setiap hari saya hanya lontang lantung di rumah, setiap hari mendengar omelan ibu dan gerutu bapak. Berbagai usaha sudah saya coba untuk menyelamatkan tabungan yang mulai menipis digerogoti pulsa, mulai dari jadi makelar motor, sopir tembakan hingga jualan batu akik. Namun  rupanya semua usaha tersebut belum berhasil. Saya makin gila memikirkan keuangan saya, hingga aneka lotere, kuis dan undian saya ikuti. Berharap menang lotere atau menang undian untuk menyelamatkan kondisi keuangan. Ah….rupanya saya tak beruntung dan keuangan makin buntung. Andai ada kontes Manusia Tersial se Indonesia tentulah saya bakal jadi pemenang, setidaknya juara favorit pilihan pemirsa.

Ditengah-tengah kebingungan saya memikirkan kondisi keuangan dan percintaan saya, terbersit gagasan buat ke dukun. Dan mulailah saya mencari info soal dukun ampuh di kota saya (biar hemat ongkos)…dan ketemulah satu nama dukun ampuh di pinggiran kota. Konon banyak orang sudah terbantu atas solusi yang diberikan oleh mbah dukun ini. Namanya cukup terkenal, orang memanggilnya Mbah Joyo konon masih keturunan Majapahit tapi yang pasti mbah Joyo ini masih keturunan Nabi dari garis nabi Adam. Setelah membobol tabungan lewat ATM, dan memasukkan ke dalam amplop putih sesuai petunjuk orang-orang yang pernah ke tempat mbah Joyo, mulailah saya berangkat ke rumah mbah Joyo. Sesampainya di rumah mbah Joyo, saya heran rumahnya megah dengan Avanza terbaru parkir di garasi, saya berpikir: rupanya profesi dukun memang menjanjikan. Saya melangkah ke depan pintu, kebetulan rumah sedang sepi..mungkin sedang tidak menerima tamu atau mungkin mbah Joyo sedang tirakat atau semedi keluar kota. Sebelum memencet bel saya lirik tulisan di depan pintu:  Wijoyo, S.Psi, M.Pd, C.Ht Aseem sepertinya gelar itu meledek saya! Saya yang hanya S1 dikalahkan oleh dukun (yang saya pikir gak kenal dunia akademik) yang justru berpendidikan S2 ditambah seorang Certified Hypnotherapist. Kampreet!

Belum habis lamunan saya, tiba-tiba pintu dibuka: seorang perempuan cantik, berjilbab dan berkacamata menyapa: mau ketemu mbah Joyo ? silahkan masuk dan duduk dulu biar saya panggilkan. Kemudian perempuan cantik itu berlalu. Saya semakin yakin bahwa profesi dukun sangat menjanjikan, bukan hanya dari sisi keuangan namun juga dari sisi percintaan. Saya bertekat, habis ini mau tirakat supaya bisa jadi dukun!

“hallo…ada yang bisa saya bantu?” suara seorang lelaki membuyarkan lamunan saya. Kemudian kami bersalaman, rupanya orang yang disebut mbah Joyo ini masih muda. Segera saya utarakan masalah saya sedetailnya, mulai dari kerja yang dipecat, keuangan yang hancur dan percintaan yang gagal.  Mbah Joyo mengangguk angguk kemudian mengeluarkan sebuah papan Whiteboard kecil dan Spidol merk snowman.

” Bagaimana perasaan anda dengan keadaan anda yang sekarang? ” tanyanya.

“Saya tidak bahagia, saya ingin berubah” jawabku.

“Okay, apa keinginan anda sekarang?”

“Saya ingin Bahagia!” jawabku lantang.

“Baiklah tuliskan di papan ini” katanya sambil menyodorkan whiteboard. Saya tulis besar-besar : SAYA INGIN BAHAGIA.

Mbah Joyo tersenyum, kemudian mengambil papan whiteboard.

“Lihat, saya hapus kata AKU, karena itu adalah ego. kemudian saya hapus lagi kata INGIN, karena itu adalah nafsu. Sekarang lihat, apa yang tersisa ? ” tanyanya seraya menunjukkan papan whiteboard.

“BAHAGIA” jawabku.

“Nah, sekarang yang tersisa adalah BAHAGIA”

Saya terdiam, semudah itukah bahagia?

“Yups. semudah itulah bahagia. Bro, banyak orang gagal bahagia akibat standar kebahagiaan yang mereka ciptakan sendiri. Ingat, Bro.. jika diri sendiri aja belum bisa berbahagia bagaimana bisa membagi kebahagiaan ke orang lain? Wajar engkau jomblo….  :-p  Bahagia itu tanpa tapi, utuh, pejal dan tidak berongga [Rina Dyah, 2015]. Bahagia itu tanpa syarat, karena yamng bersyarat dan berketentuan khusus cukup Undian dan Kuis-Kuis saja…” kata mbah Joyo.

Sepertinya mbah Joyo bisa membaca pikiran saya, sebelum dikuliti saya sodorkan amplop dan segera beranjak pergi. Tapi mbah Joyo memegang tangan saya, kemudian memasukkan amplop kedalam saku baju saya sambil berkata: “sepertinya engkau lebih membutuhkan ini daripada saya”.

Saya segera beranjak hingga lupa berterima kasih. Saya starter motor saya…duh motor mogok, saya guncang-guncang tangki bensinnya. hening tanpa suara. Lagi-lagi mbah Joyo benar. Saya lebih membutuhkan isi amplop untuk isi bensin.

———

Kawans, untuk bisa menjadi bahagia, kita harus secara sadar menganalisa penentu kebahgiaan kita. Cara termudah adalah dengan membuat penyelesaian kalimat: SAYA MERASA BAHAGIA JIKA……………

Semakin rumit kata yang ditulis setelah kata JIKA, semakin sulit pula anda bahagia. misalnya: SAYA MERASA BAHAGIA JIKA SATU DOLAR AMERIKA SAMA DENGAN DUA RIBU RUPIAH. Sulit bukan? 😛

Ingat kawans, Banyak orang gagal bahagia akibat standar kebahagian yang mereka ciptakan sendiri dan harus disadari sepenuhnya bahwa bahagia tidak bisa dipaksakan tapi dihadirkan. Caranya? kita harus berani melepaskan diri dari upaya untuk bahagia. Bingung? Jadi gini, ingat pesan mbah Joyo tadi: hapus kata INGIN. keinginan untuk bahagia bisa jadi adalah nafsu yang membelenggu dan mengikat erat dirikita  semakin jauh dari rasa bahagia.

Pada akhirnya, cara termudah untuk bahagia adalah dengan BAHAGIA. titik. alias tidak perlu syarat macam-macam. Setuju ?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s