Membangun Karakter Anak dari Budaya Antri

Antri
sumber gambar: http://www.dailymail.co.uk/

 

Pernahkah anda mendengar cerita Guru SD tentang pelajaran matematika dan mengantri ? Suatu ketika terjadi obrolan tentang pelajaran matematika.Guru SD berkata, “Kami tak khawatir jika murid kami tak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tak pandai mengantri”

Guru yang lain: “Mengapa bisa begitu? Ditempat kami justru sebaliknya”

Guru SD berkata: “Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bln secara intensif untuk bisa Matematika, tapi kita perlu melatih anak hingga 12 th lebih untuk bisa antri. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI. Hanya sebagian kecil saja murid dalam  satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Namun SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti membutuhkan Etika Moral & Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidupnya”

Tanpa mengecilkan pelajaran Matematika dan pelajaran yang lain, mari kita bahas pentingnya membangun karakter dari budaya mengantri.

Yuuukkk……

Apa sih pelajaran dan nilai dari Mengantri ?

  1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang
  3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yg datang lebih awal dpt giliran lebih awal & tak saling serobot merasa diri penting.
  4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
  5. Anak belajar kreatif untuk mikir kegiatan apa yg bs dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri.
  6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
  8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
  9. Anak belajar disiplin, teratur, dan kerapihan.
  10. Anak belajar memiliki RASA MALU jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  11. Anak belajar bekerjasama dgn orang2 yg ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil
  12. Anak belajar jujur.

Nah sekarang bagian yang paling menarik: apa yg teman-teman lakukan saat #Antri ? 🙂

Ada banyak hal bisa kita lakukan saat #Antri. Namun bagaimana bila kita mengajak anak kecil saat #antri ? Yups. Kita justru bisa belajar. Menurut penelitian, anak kecil hanya akan mampu fokus/perhatian selama 20 mnt saja. Selanjutnya fokus akan terpecah. disinilah seni dan kreatifitas ortu diuji untuk menjaga mood anak agar tidak rewel saat harus #Antri.

Hal yg bisa kita lakukan saat #Antri bersama si kecil misalnya: jika usia TK/PAUD coba ajak untuk mengenali warna, misal menyebut warna baju. Bisa juga ajak sikecil menghitung jumlah pengantri, bedakan jenis kelamin, ajak kenalan (bisa sebaya atau tdk). Jika si kecil sudah usia SD, ajak berhitung misal: jumlah antrian brp ? Jika ada nomor antrian bs berlatih pengurangan dsb. Mengenalkan jenis pekerjaan pd anak juga bisa, misal: kasir tugasnya… Satpam… Perawat.. jika #Antri di bank, kita bisa cerita ttg sejarah uang pd anak, apa itu barter, fungsi bank apa dsb. #antri di tokopun bisa untuk belajar, anak kecil bisa kita ajak untuk mengeja nama barang yg kita beli, warna bungkusnya dan fungsinya. #Antri di terminal/Stasiun kita bs bercerita ttg alat transportasi, pilot, masinis dsb. Bisa ajak anak menghitung roda bus dll 🙂 Nah…msh byk hal asyik yg bisa kita lakukan saat #Antri. Sayangnya sy sgt jarang melihat hal ini dilakukan oleh ortu ke anaknya 🙂 Kadang juga saat #Antri ortu bete, anak banyak tanya malah di bentak 🙂 padahal anak2 itu aset berharga. Ingat istilah Golden Age kan? MENDIDIK itu tdk bisa MENDADAK, prosesnya panjang dan butuh kesabaran. Sebaik2 pendidikan adlh dengan keteladanan. Anak2 itu peniru ulung. Jgn racuni dgn prilaku buruk kita.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s