Sepatu Pak Tua

P_20180213_104609_vHDR_On_1

Seringkali kebahagiaan hanya diukur dari seberapa harta benda yang berhasil kita tumpuk di rumah kita, benarkah demikian ? Kisah berikut, mungkin akan membuka paradigma kita tentang kebahagiaan. Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota. Saat berebutan naik dan menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi. Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ”Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?” Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ”Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.” Karena Penasaran maka pemuda ini mengikuti Bapak tua ini turun di tempat tujuannya. “Boleh diceritakan ke saya kenapa bapak tidak mencoba turun dan mengambil sepatu yang jatuh pak” Tanya anak muda ini. “Anakku kebahagiaan hanya kita dapat kalau kita menjadi orang yang bebas dan merdeka. Yaitu mereka yang telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.” Jawabnya “Bukankah kita harus mempertahankan hak milik kita” Sanggah pemuda ini. Sikap mempertahankan sesuatu — termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi — adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan. Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda. Sang Pemuda termenung, kemudian nulis status di Medsos.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s