TIGA PILIHAN

20131107_130838

Pada Jaman dahulu, di sebuah kota kecil, seorang pemilik usaha kecil berutang sejumlah besar uang kepada rentenir. Rentenir tersebut orang yang sudah sangat tua, tampak tidak menarik dan kebetulan suka dengan putri pemilik usaha yang berhutang tersebut.

Rentenir  memutuskan untuk menawarkan kepada pengusaha itu sebuah kesepakatan yang akan sepenuhnya menghapus hutang yang dia miliki,  jika dia bisa menikahi putri pengusaha.

Tawaran tersebut  disambut dengan pandangan jijik, namun sang pengusaha tak punya pilihan lain.

Rentenir mengatakan bahwa ia akan menempatkan dua kerikil ke dalam tas, satu putih dan satu hitam.

Anak perempuan itu kemudian harus meraih ke dalam tas dan mengambil kerikil. Jika hitam, hutang itu akan dihapus, tetapi anak perempuan itu harus mau menikah dengan rentenir. Jika putih, hutang juga akan dihapus, tetapi anak perempuan itu tidak harus menikahi rentenir.

Kemudian rentenir  itu membungkuk dan mengambil dua kerikil.

Sementara dia mengambil kerikil, anak perempuan itu memperhatikan bahwa dia mengambil dua kerikil hitam dan memasukkan keduanya ke dalam tas.

Rentenir itu kemudian meminta anak perempuan sang pengusaha untuk meraih ke dalam tas dan mengambil satu kerikil.

Anak perempuan itu secara alami memiliki tiga pilihan  apa yang bisa ia lakukan:

  1. Menolak untuk mengambil kerikil dari tas.
  2. Mengeluarkan kedua kerikil dari tas dan memperlihatkan bahwa si rentenir telah curang.
  3. Tetap Ambil kerikil dari tas meski mengetahui bahwa itu hitam dan mengorbankan dirinya untuk kebebasan hutang ayahnya.

Apa yang kira-kira dilakukan oleh anak perempuan itu ?

Dia mengeluarkan kerikil dari tas, dan sebelum melihatnya ‘tidak sengaja’ ia  menjatuhkannya ke tengah-tengah kerikil lainnya. Kemudian dia berkata kepada rentenir; “Oh, maaf aku begitu gugup dan  canggung. Kerikilnya terlepas jatuh dan bercampur dengan kerikil yang lain. Tapi jangan khawatir,  jika Anda melihat ke dalam tas untuk kerikil yang tersisa, Anda akan dapat mengetahui kerikil mana yang telah saya ambil tadi”

Kerikil yang tersisa di dalam tas jelas berwarna hitam, dan melihat hal tersebut, mau tidak mau si  rentenir harus ikut “menyetujui permainan” si anak perempuan bahwa seolah-olah kerikil yang dijatuhkan tersebut berwarna putih, dan menghapus hutang sang pengusaha.

Selalu ada kemungkinan dan jalan keluar untuk mengatasi situasi sulit dan satu-satunya pilihan yang harus kita ambil adalah Jangan Pernah Menyerah atas pilihan pilihan yang ada. Berpikirlah kreatif dan kadang harus Out of The Box.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s