Fakta dan Mitos Puber kedua

Jika mendengar istilah puber kedua, apa yang ada dalam benak Anda? Biasanya, istilah ini identik untuk pria usia 40-an. Namun dalam perkembangannya, puber kedua inipun marak terjadi pada kaum wanita. Apa Mitos dan Fakta Puber kedua sebenarnya?

Pengertian Puber

Puber atau Pubertas adalah istilah untuk menunjukkan perubahan fase perkembangan dari remaja menuju dewasa dan itu HANYA terjadi sekali dalam siklus kehidupan, sehingga Istilah Puber kedua, sebenarnya tidak ada.

Jika pada masa pubertas atau peralihan dari remaja menuju fase dewasa kebanyakan perubahan yang terjadi akibat pengaruh hormon. Maka sesungguhnya istilah puber kedua,  lebih merujuk pada kondisi psikologis seseorang bisa pria atau wanita ketika mengalami krisis saat memasuki usia 40-50 tahun. Atau kita kenal dengan midlife crisis atau krisis paruhbaya. Apa sih krisis paruh baya itu? Krisis paruhbaya adalah periode ketika seseorang berusia 40–50-an tahun timbul perasaan khawatir, bingung, atau takut pada kenyataan bahwa hidup mereka semakin mendekati masa tua, sementara di sisi lain mereka ingin tetap merasa muda kembali. Karena itu seringkali kita dengar di media sosial istilah atau tagar #MenolakTua nah…di situlah Puber kedua itu biasanya terjadi.

Apakah semua orang mengalami fase ini?

Jawabnya adalah TIDAK.

Beberapa orang yang terkesan mengalami fase puber kedua, biasanya merupakan orang-orang yang baru mendapatkan ‘pencapaian’ di usia matang. Jadi dia secara impulsive akan melakukan hal-hal yang dulunya ingin dia lakukan pada saat muda dulu, tapi baru dia lakukan sekarang. Kenapa koq baru dia lakukan saat saat memasuki usia 40-50an tahun?

Bisa banyak sebab, misalnya kondisi ekonomi mulai mapan di usia tersebut, anak anak sudah beranjak dewasa sehingga tidak butuh perhatian lebih.

Sementara orang-orang yang merasa pencapaian hidupnya sudah baik sejak masih muda, cenderung tidak mengalami fase yang kerap orang awam sebut sebagai puber kedua ini.

Yang menarik adalah, pria dan wanita memiliki ciri yang berbeda dalam memasuki fase ini. Pada wanita, biasanya kita kenali dengan rajin berdandan, tampil cantik, senang mendapatkan pujian, sekaligus masa mereka mempertanyakan tujuan hidupnya kedepan yang jika tidak mampu dia kendalikan bisa berujung overthinking atau malah depresi. Hati hati ya…

Kalo pada Pria cenderung menjadi lebih centil atau bandel saat sedang masuk fase ini.

Kenapa bisa begitu?

Saat memasuki usia 40, hormon-hormon seperti testosteron dan androgen bertanggung jawab atas kedewasaan yang tidak lagi diproduksi sebanyak ketika orang masih di bawah usia 40 tahun. Ini yang menyebabkan dorongan seksual yg merupakan symbol kejantanan dan kemmpuan seksual juga menurun. Akibatnya, kondisi ini membuat kepercayaan diri turun dan akhirnya bertindak seperti remaja yang baru mengalami puber, untuk menutupi atau mencoba menunjukkan bahwa mereka..para pria ini masih menarik di depan lawan jenisnya dan mampu secara seksual. Padahal proses menurunnya testosterone ini proses alami, namun biasanya ditolak oleh para pria…makanya muncul hestek #MENOLAKTUA.  Mereka, para pria ini justru mencoba membuktikan sebaliknya. Mereka ingin menunjukan bahwa usia tidak membuat kejantanan mereka menurun. Berbagai upaya pun akhirnya dilakukan oleh pria untuk membuktikan hal tersebut. Jadi sebenarnya Puber Kedua ini TIDAK PERNAH ada.

Untuk menyimak obrolan lebih seru dan lengkap bisa klik play berikut ini.

atau mainkan Spotify-mu

By budiwe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!