Kenapa Sulit Menerima Kenyataan ?

IMG_20171005_222608_812

Manusia memiliki emosi, ada emosi negatif ada pula emosi positif. Pada dasarnya, manusia akan sulit menerima emosi negatif (marah, kecewa, tidak puas, perasaan bersalah dsb). Jadi Wajar ya..kalau kita sulit menerima kenyataan karena sulit menerima emosi negatif itu manusiawi, koq.. Masalahnya: mau sampai kapan?

Yang pernah belajar Psikologi, tentu tahu “the Five Stages of Grief” dari Kubler Ross. Jadi, orang kecewa/berduka itu akan melewati 5 tahap:
1. Denial (penyangkalan), reaksinya shock, verbalisasinya: “ini tdk mungkin !”, “bagaimana mungkin bisa terjadi?!”
2. Anger (marah2), mulai sadar kenyataan, tapi belum bisa terima. Marah-marah kemudian memproyeksikan kemarahan itu ke orang lain. 
3. Bargaining (tawar menawar, timbang menimbang) disebut juga fase berandai andai. Seandainya kemarin saya…. atau seharusnya kemarin saya….
4. Depression (depresi), biasanya t
erlihat dengan prilaku menarik diri, putus asa, dan menyerah pada keadaan.
5.Acceptance (Penerimaan), tahap ini individu mulai menyadari dan menerima keadaan. Hidup harus terus berjalan.

Tidak semua orang yang dalam tahapan berduka pasti akan mengalami stages of grief atau dalam urutan yang sama. Kedukaan atau griefing adalah hal yang berbeda-beda pada tiap orang. Bisa saja Anda berada dalam proses menawar pada satu hari, lalu kembali menyangkal pada hari berikutnya.Hal yang juga penting adalah ungkapkan kesedihan Anda dengan orang-orang terdekat atau psikolog, terutama ketika Anda merasa sangat stres dan tidak berdaya. Dengan ini, kedukaan yang Anda alami tidak berlarut-larut sulit menerima kenyataan dan Anda berangsur-angsur menerima kenyataan agar dapat kembali menata masa depan dengan perasaan yang lebih ringan.

Nah…kalau pengin cepat tenang, melompatlah ke tahap ke 5. Terima saja. Ndak usah banyak menyangkal apalagi marah-marah…ntar stroke loh. Masak semua mua dimarahin…. 

Terkadang hidup itu tidak perlu dimengerti, tapi cukup diterima. Tak mudah memang, tapi inilah ujian seberapa kuat prasangka baik kita kepada seriap rencanaNYA. seberapa kita total berserah pada setiap ketentuanNYA.

Exit mobile version