Categories
Kisah Inspiratif

Kita dan Kisah Anak Beruang

Dalam kehidupan, pasti kita pernah menghadapi situasi terpepet, dimana karena keteledoran kita maka terjadi kesalahan, dan ketika kita tahu besarnya dampak kesalahan itu maka terkadang kita mencoba cuci tangan dan mencari orang lain sebagai kambing hitamnya. Mari kita belajar dari kisah ini.

Seekor anak beruang selalu melihat sesuatu dari kacamata yang buruk dan selalu mencari-cari kesalahan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya.

Pada suatu hari, anak beruang berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya.
“Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu !”
Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak beruang. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak beruang lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu …dua … tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan. “Aduh…tolong …!” Byur!! Anak beruang menceburkan diri kesungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan.
“Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah !” Ayah beruang diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih. “Anakku,apa yang kamu lihat dari kertas ini? Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya,” jawab anak beruang. Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam. “Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini ? Ada gambar titik hitam di kertas putih itu ! Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam padakertas putih ini ? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah ! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu.”
Ayah beruang berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.

Kawan, mari kita belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain. Jangan hanya melihat sisi buruk suatu masalah, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya.
Sebagai pemimpin tanpa kita sadari kebiasaan-kebiasaan kita akan menjadi standard bagi anggota tim kita, Bayangkan bila sebagian besar anggota tim memiliki kebiasaan saling menyalahkan seperti itu.
Untuk itu berhentilah menyalahkan orang lain, Evaluasi diri dan kemungkinan perbaikannya,karena dengan cara itulah pertumbuhan diri kita dimulai.

Categories
Kisah Inspiratif

Rumah 1000 Cermin

Ketika memasuki lingkungan baru, sering kita merasa bahwa sebagian besar orang tidak bersahabat, sehingga kita menjaga jarak, celakanya hal ini membuat situasi lebih runyam. Sebenarnya apa yang perlu kita perbuat ketika menghadapi kondisi seperti ini ?. Mari kita belajar dari kisah anjing kecil ini.

Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Rumah Seribu Cermin.” Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi “Rumah Seribu Cermin”. Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya.
Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin.Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering mungkin.”
Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini bermuka cemberut tidak seceria anjing yang sebelumnya.
Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri,
“Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi.”

Kawans, Seringkali gambaran atau kesan tentang wajah yang ada di dunia ini, yang kita lihat … adalah cermin gambaran dan kesan dari wajah kita sendiri. Kalau kita mengesankan keramahan, maka dunia akan tampak ramah… Kalau dunia terasa suram, mungkin itu karena kesan yang kita berikan…
Sebagian besar konflik antar pribadi terjadi (Interpersonal Conflict), karena dimulai dari konflik didalam individu sendiri (Personal conlict).

Categories
Kisah Inspiratif

Kue Prasangka Baik

Sering kita tergesa-gesa memberi penilaian buruk terhadap potongan-potongan kejadian yang kita alami, kita kurang sabar menunggu potongan-potongan itu bergabung secara utuh, Apalagi bila kita menyerah ketika merasa pahitnya potongan itu, dan meninggalkannya, maka kesatuan yang utuh tidak kita dapatkan.

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, dimarahi Guru, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, Aku sangat menyukai Kue buatan Mama.”
“Coba, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.
“Aihss,” ujar anaknya sambil meringis.
“Bagaimana dgn telur mentah ?” Lanjut sang Ibu, dasar anak bandel maka dicobanya juga, namun segera dimuntahkannya telur mentah itu
“Mama ini gimana sih, tentu saja nggak enak Ma.”
Namun dengan tenang Ibunya melanjutkan “Masih Mau coba tepung terigu atau baking soda ?”
“Mama, semua itu menjijikkan.”
Lalu Ibunya menjawab,”Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, maka akan menjadi kue yang enak.”
Demikian juga masalah-masalahmu, cobalah dijalani dulu dengan sungguh-sungguh semuanya, maka kenikmatan yang sebelumnya tidak terpikirkan karena tenggelam dalam kesengsaraan itu akan kamu dapatkan.

Kawans, Seringkali kita bertanya mengapa kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Bahkan sering tidak ada orang yang mau memberi pertolongan. Coba kita melihat hal ini secara utuh, tidak sepotong-sepotong, cobalah memiliki ketekunan walaupun kita belum mengetahui hasil akhirnya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Percayalah bahwa sesuatu yang tidak membuat kita mati, pasti akan menguatkan kita di masa mendatang. Saat harapan belum sampai, yakinlah bahwa rencana Tuhan selalu melebihi harapan yang kita semaikan.

Categories
Kisah Inspiratif

Doa Dalam Sepotong Tempe

2013-12-12-15-57-49.jpg

Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyara hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untukpergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersedar yang tempenya yang diperbuat daripada kacang kedelai hari itu masih belum menjadi, separuh jadi. Biasaannya tempe beliau telah masak sebelum berangkat. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah memang semuanya belum masak lagi. Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe yang masih belum jadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahawa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat keduatangannya sambil berdoa , “Tuhan , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin”Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Tuhan pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itumenjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula danberdoa lagi. “Tuhan, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapatmenjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini kepada tempe, Amin”. Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan hairan apabila tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mulai didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walaubagaimanapun karena keyakinannya yg sangat tinggi dia meneruskan untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pemergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Tuhan akan terjadi dalam perjalanannya kepasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju kepasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini.Amin”. Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai sahaja di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah menjadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempeyang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum menjadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudahmula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan kerana doanya tidakdikabulkan. Dia merasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya sumber rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh jadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang. Dia melihat-lihat kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tidak ada hasil jualan yang bisa dibawa pulang. Namun jauh disudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Tuhan, pasti Tuhan akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, “Tuhan,berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini.” Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.”Maaf ya, saya ingin bertanya, apa ibu menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum ketemu lagi.”Dia termenung dan terkanget-kaget seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi. Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya “Tuhan, saat ini aku tidak mahu tempe ini jadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”. Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah kagetnya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi!
Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan. Wanita itu pun memborong habis semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Dikarenakan tempe itu akan dikirimkan ke England, si ibu tadi membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak enak lagi dan rasanya pun kurang sedap. Perempuan tua itu pun keheranan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah dimakbulkan oleh Tuhan.

Kawans, kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sewaktu berdoa, padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apayang terbaik untuk diri kita. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yangdipinta. Percayalah bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkaan kita. Yakinlah, tiada yang mustahil bagi Tuhan.

Categories
Kisah Inspiratif

IBUKU PEMBOHONG !

Ibuku Pembohong
Ibuku Pembohong

“Ibu, ndak papa koq…. Cuman kecapekan. Paling nanti tiduran bentar, minum teh anget sudah baikan” kata-kata itu yang selalu diulang ulang ibuku ketika kujenguk sore itu.

Mungkin ibu memang kecapekan, setelah sibuk melayani pelanggan di warung makannya, ibu beralih profesi menjadi “pelayan” bagi 2 jagoan yang menjadi “raja” baru di rumah ibu, ya..2 orang keponakanku itulah yang menjadi raja baru. Setiap kali berangkat kerja kakakku menitipkan jagoannya pada ibuku. Dan mereka hebatnya bukan main…. Dinding rumah adalah saksi kehebatan mereka, tak ada celah yang menyisakan warna asli dinding rumah. Setiap kali di bersihkan, setiap kali pula dua jagoan itu menggoreskan karya mereka disana, hingga akhirnya dibiarkan saja oleh ibu.

“Sudah ke Dokter, Bu? Saya antar sekarang, ya?” pintaku.

”Ndak usah..ibu ini ndak papa” tolak ibu.

Kudekati ibu, ku pijit-pijit kakinya. Badannya panas.

”Sudah, ibu ndak papa” elak beliau. Dan kulihat butiran bening, leleh di sudut matanya. Ya..ibuku menahan tangis. Begitulah ibuku setiap kali ”ketahuan” berbohong…dan kebohongan-kebohongan itu pula yang membuatku makin cinta pada ibu.

Sejenak pikiranku melayang, kembali ke masa-masa ketika aku tinggal bersama ibu. Tak terhitung berapa kebohongan yang telah ibu buat…

Saat tersisa sedikit makanan, ibu memberikannya padaku sambil berkata: ”Makanlah Le, ibu tidak lapar”. Aku tahu ibu sebenarnya perih menahan lapar.

Ketika aku sakit, ibu memberikan waktunya 24 jam penuh kepadaku tanpa letih. Setiap kali kubuka mata, ibu setia disampingku dengan senyumnya beliau berkata: ”Tidurlah Le, ibu nggak ngantuk”

Ibu juga senantiasa tersenyum menenangkan setiap kali kupinta uang bayaran sekolah, ” Ibu ada uang koq, tenang saja lusa pasti kita bayar” padahal setiap kali pula aku tahu Ibu mesti merendahkan diri untuk berhutang, demi aku.

Aku tahu semua kebohongan itu hanya untuk aku. Semuanya karena cintanya padaku. Kebohongan pula yang ibu tampakkan kepadaku, ketika kutanya dimana bapak? Mengapa ibu selalu mengurus segalanya sendirian? Aku tahu ibuku menyimpan luka. Dan ibu selalu membalut luka itu dihadapan anak-anaknya, tapi aku tahu luka itu selalu pecah menjadi tangis di sepertiga malam terakhir, saat ibu bersujud.

Sekarangpun, setelah aku menikah ibu masih setia dengan kebohongannya. Masih setia dengan senyum tenangnya. Dan semuanya itu karena cintanya padaku.

Ibu, betapa aku makin mencintaimu….

Categories
Kisah Inspiratif

Sang Penakluk

20150328_124123

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki “Sang Jenderal Penakluk” oleh rakyat. Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.
Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja. Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, “Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang. Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!” seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos.
Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, “Hahaha… dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!” Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgangkan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.
Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, “Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita.”
Sang Jenderal menukas, “Apa iya sih?” sembari melemparkan keping  keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar.
Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia. Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh diri kita sendiri.

Categories
Kisah Inspiratif

Semua Ada Harganya

cbbb

Pada zaman dahulu ada seorang raja yang ingin menyusun sebuah kitab tentang “kebijakan sejati”. Dia mengumpulkan orang-orang terbaiknya dan meminta mereka untuk mengemban tugas yang sangat penting ini dengan sungguh-sungguh dan meringkasnya ke dalam sebuah kitab. Orang-orang kepercayaan tersebut memulai penelitian mereka dan setelah satu tahun mereka kembali dengan membawa sebuah kitab tebal yang berisikan tentang “kebijakan sejati”. Melihat kitab yang tebal itu, sang raja merasa puas tetapi dia meminta mereka meringkas kitab itu lebih tipis lagi. Kemudian orang kepercayaannya datang kembali dengan membawa satu bab. Dia menyatakan dengan tegas bahwa ini terlalu panjang. Akhirnya mereka meringkas kitab ke dalam sebuah kalimat. Ketika sang raja membacanya dia sangat puas dan berkata “inilah kebijakan sejati itu”. Sesungguhnya kalimat sederhana yang dianggapnya sebagai kebijakan sejati itu berbunyi “tidak ada yang gratis”.
Betapa benarnya kalimat ini: tidak ada yang gratis. Jika anda ingin sukses, anda perlu menginvestasikan waktu, usaha, uang anda dan lain-lain untuk mencapai kesuksesan. Jika anda menginginkan pegawai-pegawai yang bagus anda harus menggaji mereka lebih, supaya mereka akan selalu bekerja untuk anda. Segala sesuatu pasti ada harga yang harus anda bayar! Seperti pepatah mengatakan: “Jika anda melempar kacang, anda akan mendapatkan monyet” Hukum Kompensasi menyatakan bahwa anda akan memperoleh sesuatu sesuai dengan apa yang anda usahakan. Ingat: SEMUA ADA HARGANYA.

Categories
Kisah Inspiratif

SIFATMU ADALAH PENENTU

DSCN4617

Suatu ketika ada seseorang pria tua yang bijaksana yang tiap hari duduk di kursi goyang dekat pengisian bensin, menyapa siapa saja yang lewat di kotanya yang kecil. Cucunya sering duduk di kaki kursi untuk menemaninya.

Suatu hari seorang turis bertanya, “Menurutmu kota ini sepertiapa?” Pria tua itu berkata, “Kamu berasal dari kota seperti apa?” Turis itu menjawab, “Di kotaku, semua orang saling mengkritik, para tetangga bergosip, tempat yang buruk.” Pria tua itu menjawab,” Tahukan Anda, begitu juga dengan kota ini.”

Satu jam kemudian, pria lain bertanya, “Apakah kota ini cukup bagus untuk tempat tinggl?” Pria tua itu menjawab: “Bagaimana dengan kotamu dulu?” Pria itu berkata, “Di Kotaku semua orang bersahabat, dan sesama tetangga selalu tolong menolong. Selalu ada kata halo dan terima kasih ke mana pun Anda pergi.” Pria tua itu berkata, “Sangat mirip dengan kota ini.”

Sesudah pria itu pergi, cucu pria ini bertanya, “kakek, mengapa kakek memberitahu pria pertama kota ini jelek, dan pada pria ke dua kota ini tempat yang bagus?” Pria tua itu tersenyum dan berkata, “Ke mana pun pergi, kau akan selalu membawa sifatmu dan hal itulah yang akan membuat suatu tempat menjadi jelek atau bagus. Sifatmu adalah penentu”

Bagaimana dengan tempat tinggalmu, tempat kerjamu dan lingkungan sekitarmu?