Anak adalah Peniru Ulung

Anak adalah peniru ulung. Sebaik baik mendidik adalah dengan menjadi teladan.

Anak merupakan peniru ulung. Mereka akan menirukan hal-hal yang menarik perhatian dan rasa penasarannya. Maka tak heran jika banyak orang berkata, bila Anda ingin melihat dan mengetahui bagaimana sifat Anda maka lihatlah anak Anda. Lisa Nalven, M.D., dokter anak specialisasi perkembangan dan perilaku anak di the Valley Center for Child Development, Ridgewood, New Jersey mengungkapkan bahwa “kegiatan meniru adalah kegiatan yang sangat penting dalam tahap perkembangan kemampuan bahasa dan sosialisasi buah hati Anda”.

Perlu Anda ketahui bahwa kegiatan meniru buah hati Anda ini biasanya mulai terjadi pada saat usia anak Anda menginjak 1 tahun. Pada usia ini anak Anda memasuki tahun-tahun penting dalam tahap tumbuh kembangnya. Mereka akan menyerap segala nilai-nilai atau kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di rumah dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu Anda, sebagai orangtua harus bisa menanamkan nilai-nilai baik bagi buah hati Anda.

Daniel B. Kessler, M.D., direktur ikatan dokter anak spesialisasi perkembangan dan perilaku anak di Children’s Health Center of St. Joseph’s Hospital, Phoenix berkata “anak-anak biasanya akan mengamati dan mencermati informasi yang mereka lihat atau dapatkan sebelum mereka menirunya. Di usia 1 tahun, anak biasanya meniru apa yang mereka lihat dan dengar”.

Dari hal tersebut bisa kita simpulakan, bahwa Anda sebagai orangtua haruslah bisa menjadi contoh yang baik bagi anak Anda, karena hanya dengan bantuan Anda lah karakter dan kepribadian anak Anda bisa dibangun. Berikut ini tips yang bisa Anda ikuti agar kegiatan meniru si kecil bisa berpengaruh baik pada pribadinya

(sayangianak.com)

Hati-hati dengan Mie Ayam! (inilah kisah semangkok Mie)

mie ayam
sumber gambar: http://www.qraved.com/journal/wp-content/uploads/2015/02/img_3739.jpg google-site-verification=NFZy2JiHh3lZxpVk3SnorFNAskQKHfFh9lz8rm_G46c

Mie Ayam adalah makanan yang sangat populer di indonesia, Sudah bukan hal yang aneh melihat gerobak mi ayam di setiap sudut kota.
Namun, pernahkah Anda mencari tahu darimana asal muasal mi ayam? Mi ayam yang kini akrab dijadikan menu santap siang ataupun camilan petang saat lapar menyerang, sebenarnya merupakan “turunan” makanan khas China, bakmi. Nah…omong-omong soal Bakmi, ada kisah menarik tentang Mie ini.

Kisahnya seperti ini..

Malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai mie ayam dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk mi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk mie?”

”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang,” jawab Ana dengan malu-malu.

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,” jawab si pemilik kedai.

“Silakan duduk, aku akan memasakkan mie untukmu.”

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk mie ayam. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa, Nona?” Tanya si pemilik kedai.

“Tidak apa-apa, aku hanya terharu,”jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk mie ayam!, tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri,” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk mie ayam dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak mie dan nasi untukmu saat kau kecil hingga saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Kau malah bertengkar dengannya.”

Ana terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk mie ayam dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.”

Ana, segera menghabiskan mie nya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumah. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihat Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, “Ana, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam. Makanlah dulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang.”

Mendengar hal itu, Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya. Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga), khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita musti berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Hei…apa kabar ibumu hari ini ?

#PiknikMurah 1

cbbb
BAHAGIA

Sudah setahun terakhir saya berusaha ngajak piknik murah ke teman-teman saya. Saya berikan ittinerary kegiatan dan gambaran apa saja yang bisa dilakukan dalam kegiatan piknik murah itu. Contohnya seperti yang saya lakukan pada keponakan saya ini. Saya ajak mereka piknik ke Rumah Sakit. Ya, benar. Piknik ke Rumah Sakit.
Di dekat rumah ibu saya, ada RS Dr Oen Solobaru. RS yang memiliki tema dan konsep: Teduh untuk Sembuh. RS ini banyak tanaman, burung burung. Ada juga ayunan.
Nah…piknik dimulai dari saat masuk di tempat parkir, kenalkan anak pada profesi tukang parkir. Apa saja tugasnya? Kenapa harus ada tukang parkir? Dan seterusnya…. saat masuk ke dalam RS bertemu dengan profesi lain, misalnya Satpam lakukan hal yang sama. Bisa ditambahkan (modifikasi) dengan melatih anak berkomunikasi dengan orang lain (Satpam) dengan meminta anak untuk bertanya: lokasi ATM dimana? Bangsal bayi dimana? Dan seterusnya… Setelah masuk ke dalam bangsal kenalkan anak dengan profesi-profesi lain: dokter, perawat, ahli Gizi, Cleaning Service dan sebagainya.
Selesai berkeliling, bawa anak ke taman (tempat ayunan atau teman lain yang nyaman buat anak) ajak diskusi: profesi apa yang paling penting? Profesi apa yang paling berkesan bagi anak?
Melalui piknik murah ini, salah satu manfaat yang saya rasakan adalah keponakan saya menjadi menghargai setiap profesi dan berujung pada menghargai setiap karya orang lain.