Categories
Kisah Inspiratif

Love Alarm: Cinta itu seperti Menunggu Bis

2121b2cd-f253-40e2-a44c-d6d9c2eef971

Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang: “Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata: “Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang: “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”.
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu,kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang,kamu sudah tak sabar,kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan. Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Kebahagiaan tidak diperoleh dari seberapa banyak yang kita dapat. Tapi kebahagiaan itu diperoleh dari seberapa besar kita bisa menerima.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? 🙂

Categories
Mantra Cinta

When love and ego collide

janjikuno

Sekilas tema ini mengingatkan lagunya Def Leppard: “When Love and Hate Collide” lagu top di era 90-an. Era ketika saya baru lahir. belum kenal cinta, baru kenal ASI…..

Baiklah…kita gak akan bahas usia. Remaja seperti saya ini terlalu kurang ajar jika menyinggung soal usia. 🙂

Okay, abaikan kata ‘hate’ mari kita ngobrol tentang ego.

Menurut Sigmund Freud (bapak Psikoanalisa), Ego merupakan satu dari tiga elemen kepribadian disamping ID dan Super Ego. Ego menurut Freud diartikan sebagai perkembangan dari id yang diselaraskan dalam dunia nyata (realitas) dalam bahasa sederhana Ego adalah proses penyaluran id menurut waktu, tempat dan kondisi yang sesuai (selaras dengan kenyataan). Bingung ?  nah kita sederhanakan saja makna Ego menurut pengertian umum yang selama ini kita pahami, yaitu aku atau keakuan. Sehingga orang yang mementingkan keakuannya tanpa melihat waktu, tempat dan kondisi disebut egois.

Nah…apa jadinya saat cinta berbenturan dengan ego ?

Pada dasarnya ego itu menuntut untuk dipuaskan (dipenuhi), jika ego seseorang tersentuh/tersentil atau tercubit bahkan terinjak maka akan muncul reaksi yang disebut sebagai mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism). Mekanisme pertahanan diri ini tiap orang berbeda-beda bentuknya bisa represi (menekan) atau penyangkalan.

Ego itu dimiliki semua orang, baik lelaki maupun perempuan. Sedangkan egoisme bergantung pada individu dalam menyikapi egonya. Meski pria dan wanita sama-sama berpotensi menjadi egois karena sama-sama memiliki ego, namun pandangan umum menyebut bahwa laki-laki lebih egois. Tidak adil? Emang…. :p

Tapi ada penjelasannya koq….kita semua tahu wanita adalah makhluk perasa (emosional) sedang laki-laki adalah makhluk pemikir (logis). Saat terjadi kesalahpahaman biasanya perempuan akan mengedepankan sisi emosionalnya…perempuan akan merasa tidak dihargai, harus selalu mengalah dan jadi ‘korban’. Nah saat emosi seperti itu, justru sisi “logis” perempuan akan muncul, dia akan menjadi sosok yang “penuh perhitungan”. Dia akan menghitung: selama ini aku tidak pernah menuntut macam-macam, aku selalu mengalah, dan sebagainya. Iya. Semua yang pernah dilakukan akan dihitung..

Merupakan hal yang wajar setiap orang ingin dihargai, dipahami, dan didengarkan. Semua hal tersebut ada pada Pria maupun Wanita. Jadi, bisa dikatakan bahwa Pria dan Wanita adalah dua makhluk yang sama – sama berpotensi menjadi egois. Akan tetapi cara mereka mengeluarkan ke-ego-annya dan kadarnya itulah yang berbeda. Jujur…lelaki kadar egonya lebih tinggi dan seringkali mengeluarkan egonya disaat yang tidak tepat yang pada akhirnya membawa penyesalan. Kenapa bisa ? Mayoritas masyarakat kita masih menganut budaya patriarki, sebuah sistem sosial yang menempatkan lelaki sebagai otoritas utama dalam hubungan sosial. Namun disadari atau tidak, hal ini seringkali terbawa dalam hubungan personal, bahkan dalam hubungan intim individu antara pria dan wanita. Pria merasa lebih tinggi, lebih memiliki otoritas. Karenanya, ketika cinta (sebuah hubungan) berbenturan dengan ego, biasanya lelaki jarang yang mau menurunkan egonya.  Walaupun, pria juga sadar sebuah hubungan yang sehat, selayaknya dibangun atas dasar kesetaraan kedudukan. Namun ‘pandangan’ umum bahwa laki-laki harus ‘diatas’ wanita menyilaukan lelaki untuk melihat bahwa ada kebenaran dalam setiap argumen yang dilontarkan pasangannya. Apalagi jika disertai keengganan untuk mendengar. Good luck aja… :p

Kemampuan mendengar menjadi hal penting untuk ‘menaik turunkan’ ego, seringkali permasalahan menjadi makin suram karena kita enggan untuk mendengar…dan ini sebenarnya juga termasuk ego! Yups. Ego manusia itu termasuk keinginan untuk selalu didengar, dihargai, dihormati. Padahal dengan mendengar setidaknya separuh persoalan sudah berkurang, sebab seringkali pasangan kita hanya butuh untuk dikuatkan, hanya butuh didengarkan. Sayang sekali tak semua orang memiliki ‘telinga’ yang sanggup untuk mendengarkan pasangannya, dan diakui atau tidak lelaki memiliki telinga yang lebih ‘tipis’ dari perempuan. Jadi para lelaki biasanya jarang memiliki kemampuan mendengar yang baik, terutama jika menyangkut kritikan yang ditujukan kepadanya.

Sebagai lelaki, saya mengakui koq…telingaku tipis untuk mendengar kritikan  tapi bukan berarti tidak bisa dikritik. Lelaki tetap mau dan bisa dikritik selama ego-nya tidak jatuh. Nah balik lagi ke soal ego kan?   😀   Emang harus diakui, soal naik dan nurunin ego perempuan lebih jago. Contoh: lelaki akan sulit dikritik secara langsung, misalnya: Mas, jangan nge-Twit yang jorok dong. Lelaki akan lebih bisa menerima jika diawali dengan kata misalnya: mas, aku boleh omong sesuatu? Baru kemudian disampaikan, mas jangan ngetwit jorok dong….

Tujuannya sama, tapi cara yang kedua lebih mengena. Lelaki memang suka dipuja dan dimanja oleh pasangannya. Sehingga ada ungkapan Lelaki tak pernah bisa jadi dewasa selamanya.

Girls, begitulah cara kami takluk. Dipuja dan dimanja alias di elus egonya, dibuat nyaman. Karena lelaki itu sesungguhnya rapuh dibalik sikapnya yang angkuh. (duuh….ini sebenarnya rahasia).

Ketika cinta dan ego berbenturan, disitulah kemauan menaik turunkan ego diuji. Nurunin ego itu bukan soal yang mudah loh…namun kembali lagi, seberapa berharganya cinta, sebesar itu pula perjuangannya untuk mempertahankan. Dan modal utamanya adalah, kemauan untuk mendengarkan.

Categories
Mantra Cinta

hujan bulan Mei

hujan bulan mei

kata orangtua dulu,  Mei adalah bulan tanpa hujan. Mei artinya Mrei alias libur.

hujan hanya akan menyapa dibulan bulan yang mengandung huruf R. sebab R itu berarti RAIN. hujan akan setia hadir mulai september hingga April. Selebihnya ia akan libur.

tapi mei tahun ini, sepertinya hujan tak lagi setia pada bulan yang mengandung huruf R saja, buktinya bulan Mei tahun ini hujan masih sering hadir menyapa.

kenapa?

apakah cuaca tak lagi bisa diduga?

apakah bumi makin tua?

oh tidak.

rupanya Tuhan menurunkan hujan untuk menyuburkan kenangan.

bukan…bukan untuk terus dikenang dan gagal move on.

tapi supaya tidak lagi terulang.

biarlah kenangan hanya menjadi kenangan.

Categories
#Ad Mantra Cinta

Putus Karena Beng Beng

Sejak awal munculnya, iklan Beng Beng versi Makan Langsung VS Makan Dingin ini sudah mengusik saya.

Bagaimana tidak terusik, harus putus gara-gara beda cara makan beng beng. Gila! Sepertinya Cinta (jika itu bisa dibilang Cinta) menjadi amat sepele. Murah dan remeh. Lebih pedih mana, putus karena :

  1. Beda Agama
  2. Beda Spesies
  3. Beda cara makan Beng Beng

Bagi saya iklan tersebut jelas tidak menghargai mereka yang berjuang mati matian mempertahankan Cinta. Mungkin saya terlau lebay…menganggap perbedaan makan beng Beng adalah hal sepele, sedang buat mereka mungkin hal besar yang berpengaruh dalam hubungan. Pertanyaannya: yang suka makan Beng-Beng dingin kan bapaknya bukan ceweknya? Apa gak ada solusi lain gitu…misalnya sang Cowok konsumsi pasta Gigi Anti Gigi Sensitive sebelum makan Beng-Beng Dingin. Karena bisa jadi Gigi sang Cowo sensitive…jadi gak bisa makan yang dingin-dingin…

Cinta, hubungan dan pasangan itu butuh komunikasi yang baik. Keterbukaan dan Kepercayaan yang menjadi kunci suksesnya. Jangan samapai hanya karena berbeda dan tidak sama kemuadian dengan mudah mengucap kata pisah. Sebab begini, ada sesuatu yang awalnya sama, lama-lama  menjadi  Tidak Sama . Contohnya: batu. Sama2 batu, yg satu kena panas, hujan, digerus ombak lama2 hancur jd pasir. Awalnya Sama sebagai batu, lama-lama menjadi  Tidak Sama . Ada hal yg menjadikannya tak lagi Sama .
Ada juga sesuatu awalnya Tidak Sama lama-lama menjadi  Sama  yaitu Kaya dan Miskin.  Kaya Tidak Sama dengan miskin. Namun Kaya bisa berubah menjadi  miskin, dan miskin bs mjd kaya. Tidak Sama bisa mjd Sama
Nah.. yg menarik adlh ada yg awalnya Tidak Sama & selamanya tak akan menjadi Sama . Yakni Jenis Kelamin.
Laki2 Tidak Sama dgn Perempuan dan selamanya takkan jd Sama .
Hebatnya, meski Tidak Sama namun tetap bisa berSAMA Sama , tanpa harus mjd Sama . Laki2 & perempuan bisa ber Sama dlm satu rumah, 1 kamar bahkan dlm 1 ranjang berbagi bantal Sesuatu yg Tidak Sama namun bisa tetap berSAMA Sama , tanpa memaksa untuk menjadi Sama . Banyak hal Tidak Sama seharusnya tak perlu untuk di buat Sama . Karena Tidak Sama itu fitrah.  Kita tak perlu menjadi Sama untuk bisa berSAMA Sama.

Categories
Mantra Cinta

Move ON

Dia menginginkanmu, lalu mendapatkanmu.

Namun setelah mendapatkanmu, ia tak lagi sama.

Dia berubah. Mungkin kamu hanya sekedar diinginkan, bukan dicintai.
Kemudian dia bilang, kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih baik daripada dirinya.

Kenapa tidak dia saja yang berusaha untuk menjadi lebih baik untukmu?
Hey.. wake up!
Kamu tidak bisa berharap seseorang mencintaimu hanya karena engkau mencintainya.

loroblonyo

Categories
Kisah Inspiratif

IBUKU PEMBOHONG !

Ibuku Pembohong
Ibuku Pembohong

“Ibu, ndak papa koq…. Cuman kecapekan. Paling nanti tiduran bentar, minum teh anget sudah baikan” kata-kata itu yang selalu diulang ulang ibuku ketika kujenguk sore itu.

Mungkin ibu memang kecapekan, setelah sibuk melayani pelanggan di warung makannya, ibu beralih profesi menjadi “pelayan” bagi 2 jagoan yang menjadi “raja” baru di rumah ibu, ya..2 orang keponakanku itulah yang menjadi raja baru. Setiap kali berangkat kerja kakakku menitipkan jagoannya pada ibuku. Dan mereka hebatnya bukan main…. Dinding rumah adalah saksi kehebatan mereka, tak ada celah yang menyisakan warna asli dinding rumah. Setiap kali di bersihkan, setiap kali pula dua jagoan itu menggoreskan karya mereka disana, hingga akhirnya dibiarkan saja oleh ibu.

“Sudah ke Dokter, Bu? Saya antar sekarang, ya?” pintaku.

”Ndak usah..ibu ini ndak papa” tolak ibu.

Kudekati ibu, ku pijit-pijit kakinya. Badannya panas.

”Sudah, ibu ndak papa” elak beliau. Dan kulihat butiran bening, leleh di sudut matanya. Ya..ibuku menahan tangis. Begitulah ibuku setiap kali ”ketahuan” berbohong…dan kebohongan-kebohongan itu pula yang membuatku makin cinta pada ibu.

Sejenak pikiranku melayang, kembali ke masa-masa ketika aku tinggal bersama ibu. Tak terhitung berapa kebohongan yang telah ibu buat…

Saat tersisa sedikit makanan, ibu memberikannya padaku sambil berkata: ”Makanlah Le, ibu tidak lapar”. Aku tahu ibu sebenarnya perih menahan lapar.

Ketika aku sakit, ibu memberikan waktunya 24 jam penuh kepadaku tanpa letih. Setiap kali kubuka mata, ibu setia disampingku dengan senyumnya beliau berkata: ”Tidurlah Le, ibu nggak ngantuk”

Ibu juga senantiasa tersenyum menenangkan setiap kali kupinta uang bayaran sekolah, ” Ibu ada uang koq, tenang saja lusa pasti kita bayar” padahal setiap kali pula aku tahu Ibu mesti merendahkan diri untuk berhutang, demi aku.

Aku tahu semua kebohongan itu hanya untuk aku. Semuanya karena cintanya padaku. Kebohongan pula yang ibu tampakkan kepadaku, ketika kutanya dimana bapak? Mengapa ibu selalu mengurus segalanya sendirian? Aku tahu ibuku menyimpan luka. Dan ibu selalu membalut luka itu dihadapan anak-anaknya, tapi aku tahu luka itu selalu pecah menjadi tangis di sepertiga malam terakhir, saat ibu bersujud.

Sekarangpun, setelah aku menikah ibu masih setia dengan kebohongannya. Masih setia dengan senyum tenangnya. Dan semuanya itu karena cintanya padaku.

Ibu, betapa aku makin mencintaimu….

Categories
Kisah Inspiratif

ketika LDR harus memilih

20150416_201800[1]
ATM aja bersama, masa kita enggak ?
Hidup adalah pilihan, kita hiduppun karena kita juga TERPILIH, bahkan tidak memilihpun merupakan pilihan. Terkadang memilih begitu sulit. Tapi hidup mesti berjalan, dan pada akhirnya akan memilihkan pilihan-pilihan untuk kita. Jika pilihan itu berupa kehilangan, engkau akan memilih apa ? Kehilangan SESUATU atau kehilangan SESEORANG ? pilihan yang mudah… aku akan memilih kehilangan sesuatu, sebab ketika kehilangan SESUATU aku yakin ada SESEORANG yang menghiburku, menguatkanku dan bersama-sama kita akan menemukan SESUATU yang baru. Sedangkan jika memilih kehilangan SESEORANG, bagiku maka SESUATU itu akan menjadi tak bermakna lagi, sebab tak ada SESEORANG disana… SESUATU itu bisa berupa karir, jabatan atau pekerjaan. Dan SESEORANG itu bisa jadi keluarga, kekasih atau pasangan hidup kita.. dan aku memilih kamu!

Categories
Kisah Inspiratif

Rahasia Telur Mata Sapi Ibu

telur

Hari ini istriku membuatkan sarapan pagi telur mata sapi diiringi ucapan : “Maaf ya, Yah. Mam hari ini tidak masak..”

Aku tersenyum, “Gak papa, mam. Ayah paling suka telur mata sapi”

Aku menyantap telur sapi dengan ingatan melayang ke masa kecilku dulu. Kami empat bersaudara dengan selisih usia masing-masing  2 tahun saja, terbayang betapa repot dan hebohnya ibu dalam mengurus kami. Kakak sulungku usianya 10 tahun dan masih duduk di kelas 4 SD, aku sendiri anak nomor dua dan duduk di kelas 2 SD, sedangkan adikku masih TK serta sibungsu baru berumur 4 tahun.

Semasa SD dulu, selain sebagai hidangan istimewa di rumah, ibu juga membekali kami dengan telur untuk dimakan di sekolah. Kadang ibu membuatkan telur mata sapi, kadang dadar dan kadangkal juga telur orak orik yang kami sebut dengan ‘telur kacau’ karena bentuknya yang tak karuan. Telur adalah menu termewah kami, selain menu harian kering tempe dan tahu bacem.

Seringkali saat istirahat sekolah, kami sembunyi-sembunyi memakan bekal kami, kami merasa bekal kami tak layak tampil diantara bekal teman-teman. Bekal kami rasanya seperti seorang putri berwajah pucat yang berada di pesta mewah para bangsawan. Tak guna rasanya berwajah cantik jelita, jika penampilannya pucat. Tidak menarik. Tak guna rasanya Ibu menjelaskan manfaat telur bagi tubuh dan otak. Kami bosan dengan bekal sekolah yang tak pernah berganti.

Suatu hari, ketika saat istirahat sekolah tiba, kakak terlambat menghampiri kami untuk makan di ‘persembunyian’. Terpaksa kali ini, kami harus makan di tengah teman-teman yang lain, terpaksa hari ini ‘si putri pucat pasi’ harus tampil di tengah tengah pesta meriah para bangsawan. Kami melihat bekal teman beraneka rupa, tampilannya elok mearik mata…hmmm…rasanya pasti juga nikmat. Diantara bekal yang dibawa teman-teman tersebut, kami melihat seorang teman membawa bekal ayam goreng tepung dengan saus merah meyala, kelihatanya enak sekali. Kami baru tahu ada ayam goreng dibungkus tepung seperti roti. Ah bolehlah sekali waktu kami berganti menu, kamipun ingin bisa menikmati Ayam goreng tepung seperti teman kami itu.

Esok harinya, saat ibu menyiapkan bekal kami dan lagi-lagi telur! Kami beranikan minta ke ibu untuk berganti menu. Kami ceritakan betapa menariknya ayam goreng yang dibungkus tepung seperti roti itu kepada ibu. Ibu menyimak cerita kami sambil tersenyum, kemudian berkata:

“kalian tahu kan ayam asalnya darimana? Dari telur bukan? Nah.. sekarang coba perhatikan ibu, kalau kalian pilih ayam, kalian hanya kan dapat sepotong kecil paha, sepotong kecil sayap atau malah sesuwir daging ayam karena harus dibagi berempat. Tapi, jika kalian pilih telur ayam, kalian akan dapat semuanya. Ingat, didalam telur ini ada kepala ayam, ada paha ayam, ada sayap ayam juga, semua lengkap. Nah…satu telur mata sapi ini sama nilainya dengan 1 ingkung ayam. Benar tidak ?”

Amboi….sungguh pintar ibuku ini. Kamipun ‘terpaksa’ manggut-manggut menyetujui pendapat ibu tersebut. Kami masukkan bekal kami ke dalam tas dan kami berangkat dengan keyakinan penuh bahwa bekal sekolah kami pagi ini adalah satu ekor ingkung ayam.

Bertahun kemudian… setelah masing-masing dari kami memiliki anak, kami memahami sepenuhnya bahwa 3 orang anak kecil usia SD ditambah dengan seorang bayi akan menyebabkan terguncangnya stabilitas ekonomi keluarga jika memaksakan diri menikmati Ayam goreng tepung roti. Kami berasal dari keluarga sederhana dan hanya mengandalkan Ayah sebagai penopang ekonomi keluarga, tapi kami memiliki ibu yang pintar. Ibu yang memiliki segalanya, kecuali satu hal yaitu RASA LELAH.

“Ayah…” suara istriku, menyadarkanku dari lamunan. Kuseka ujung mataku yang mulai tergenang air mata.

Ibu, tak banyak yang bisa kami lakukan untukmu, selain harapan dan doa:

Ibu, semoga kelak kami bisa menjawab pintamu, yang selalu kau hamparkan di atas sajadah di tiap sepertiga malam.

Categories
Mantra Cinta

CINTA YANG AGUNG

loroblonyo

Adalah ketika kamu menitikkan air mata

dan MASIH peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH

menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku

turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas LAGI ..

Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan

kehilangannya.

tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati

bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu

menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika

mereka jatuh.

(Kahlil Gibran)

Ketika pulang ke Yogya, seperti biasa saya memilih naik bis ekonomi. Entah kenapa saya selalu menikmati perjalanan pulang dengan bis ini, banyak pedagang, pengamen dan aneka rupa bau-bauan… 🙂 hanya satu hal yang tidak nyaman buat saya: ASAP ROKOK !
Dari sekian banyak rombongan pengamen yang hilir mudik beraksi, satu pengamen menarik perhatian saya. Dengan bermodal harmonika, dia berpuisi. Kalil Gibran pula! dan di akhir penampilan dia membacakan sebuah cerita, tentang cinta dan waktu. Cerita ini seringkali saya baca di milis-milis, namun entah kenapa menjadi berbeda saat itu. Atau karena saya hendak pulang dan menemui separuh hati saya ? Entahlah…. yang pasti, hingga jari saya memencet keyboard ini. Saya masih terkesan dengan cerita yang dibawakan pengamen itu.

Ceritanya begini:
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan

karena ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. ”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.

”Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan.

“Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”.

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

“Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta.

Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

“Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta

“Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

”Oh, Kesedihan. Bawalah aku bersamamu”, kata Cinta.

”Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.

”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu.

”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran.

”Sebab” kata orang itu ”Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu…”

Setiap kali, mengingat cerita ini. Saya selalu ingat bahwa “LIFE and TIME are 2 great teachers…

LIFE teaches us the use of TIME and TIME teaches us the value of LIFE”

dan sungguh, setelah sekian lama melewatkan waktu bersama. Semakin yakin dan mengerti bahwa aku makin cinta.

I Love You…

Categories
Mantra Cinta

CINTA TIDAK BUTUH PENGORBANAN

sepeda galuh

Itu yang aku pelajari dari ibuku sore ini. Sudah menjadi kebiasaan kami, setiap malam minggu kami berkumpul di rumah ibu. Anak-anak ibu 4 0rang dan semua sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kami masih tinggal satu kota dengan ibu, walaupun berbeda kecamatan. Ketika semua cucunya berkumpul, diam diam ibu mengeluarkan hadiah untuk cucu cucunya. Entah dalam rangka apa ibu memberikan kejutan ini. Padahal kami semua tahu, ibu sedang tidak punya uang. Jumlah hadiah yang tidak sedikit, mengingat cucu ibu ada 4 orang. Darimana ibu memperoleh uang untuk membelinya? Ya, ibuku telah menjual satu-satunya cincin yang menjadi miliknya, hasil tabungan dari usaha beliau membuka warung. Kami semua diam ketika ibu membagi sepeda mini ke cucu cucunya.

“Pengorbanan Eyang Uti besar lho untuk membeli sepeda ini, dirawat yang baik ya” pesan adikku pada jagoan kecilnya.

“Bukan. Ini bukan pengorbanan. Aku tidak pernah merasa berkorban apapun. Aku melakukannya suka cita, karena aku mencintai kalian” sahut ibuku.

Tak ada yang dikorbankan. Semua berjalan ringan penuh suka cita.

Kami terdiam, meresapi kata-kata ibu. Hingga tanpa sadar butiran hangat mengalir dari sudut mata kami, menetes hingga pipi.

Ibu benar. Jika kami telah berpikir melakukan pengorbanan, sesungguhnya kami telah menciderai cinta itu sendiri. Cinta itu tak pernah menuntut, apalagi meminta pengorbanan. Karena jika sudah menuntut, bukan lagi cinta namanya, tapi TRANSAKSI. Cinta juga tidak membutuhkan alasan dan syarat. Ibuku bukanlah sosok wanita berpendidikan tinggi yang mampu mendefinisikan cinta dari berbagai teori dan sudut pandang keilmuan, bukan pula seorang trainer motivasi apalagi seorang pujangga yang hebat merangkai kata. Ibuku ‘hanya’ wanita desa biasa yang bahkan tak lancar menulis dan membaca.

Namun begitu, bagi kami, anak-anaknya ibu adalah Guru yang tak pernah digaji, sekolah yang hanya memiliki satu pelajaran: CINTA, dan memberi nama muridnya: Yang di Cinta.

Tak banyak yang bisa kami lakukan untuk beliau, selain harapan dan doa:

Ibu, semoga kelak kami bisa menjawab pintamu, yang selalu kau hamparkan di atas sajadah di tiap sepertiga malam.