Categories
Uncategorized

Taksaka Luxury: sebuah review

Okay, Gaes…kali ini kita akan review Kereta Api Taksaka Luxury perjalanan Gambir menuju Tugu Yogyakarta. Kereta cukup mewah untuk ukuran pelancong bersandal jepit macam kami berdua (Ayah Ganteng dengan Anak yang cakep). Fasilitasnya lumayan lengkap, disediakan sarapan, air mineral, puding dan snack. TV juga cukup jernih dengan fitur lengkap, ada Film, info tempat wisata, GPS tracking rute kereta, permainan, info KAI, Internet dan Musik. Sangat disayangkan Internet tidak bisa digunakan dan tayangan film hanya ada trailer movie saja. Namun tak apa, yang penting ada track list dari Nella Kharisma, Via Vallen dan mas Didi Kempot. Track Lagu lumayan lengkap dan mengakomodir banyak selera mulai dangdut, campursari, pop, mandarin, Rock dan lagu lagu kenangan. Kursi sangat nyaman dengan pijakan kaki yang bisa diatur hingga tegak ke tempat duduk seperti bed, dilengkapi lampu baca dan selimut. Sangat nyaman untuk tiduran sambil mendengarkan musik dari headset yang berkabel cukup panjang. Sayang sekali masih pakai kabel, agak ribet jika kita akan pergi ke toilet atau sekedar ke mushola kereta. Andai TV ada teknologi bluetooth, pasti akan lebih sempurna. Waktu tempuhnya sama dengan kereta Taksaka karena gerbong Luxury ini menempel di kereta Taksaka, jarak Gambir – Tugu ditempuh tepat 7 jam 55 menit. Cocok bagi yang tidak terburu buru atau bagi anda yang tetap ingin bekerja selama perjalanan, anda bisa buka laptop tanpa khawatir baterai habis, karena disediakan 2 stop kontak didekat kursi.Tertarik mencoba? bisa cek video singkat reviewnya disini: https://youtu.be/HQtxg9LWauc

Categories
Uncategorized

Tuhan bercanda dalam gelas kopi kosong.


Foto ini saya ambil saat bagi bagi kopi di Masjidil Haram, sambil menunggu waktu sholat tiba. Ada satu kejadian yang menurut saya unik dan menampar bagi saya. Saya suka ngopi, di rumah seringkali dapat kiriman kopi dari teman teman, dulu saya juga belajar tentang kopi di Kampung Kopi Sirap, Jambu, Semarang. Saya juga punya merk kopi sendiri, namanya budiwee coffee. Jika sedang bepergian (Travelling) saya pasti membawa kopi saya sendiri karena praktis (dikemas dalam Dripbag) juga rasanya pas buat lidah saya. Selain itu, mohon maaf BIASANYA kopi yang disediakan hotel itu tidak enak, kopinya terlalu encer dan rasanya gak karu karuan. Itu menurut saya loh ya…
Nah saat ke Tanah Suci pun saya juga bawa kopi saya sendiri. Sebelum berangkat ke Masjidil Haram saya sempatkan buat menyeduh kopi. Istri saya mengingatkan: bukannya suka ada kopi gratis ya di masjid ? Ayah gak mau nyobain? Dengan penuh percaya diri (tepatnya Songong sih…) Saya jawab: Halah..kopiku lebih enak. Wis to kalo pengin Kopi Arab besok ke Shirin (Nama Restoran Arab)
Istri : ya beda dong… Kan ini mumpung disini.
Saya sih tetap cuek sambil nyeruput kopi budiwee yang rasanya memang sungguh sungguh mantab itu.
Di Masjidil Haram lha koq saya dapat tempat duduk (shaf) diantara Halaqah Ahlul Qahwa (lingkaran ahli kopi) dan…proses bagi kopi pun dimulai, gelas dibagi ke semua yang duduk. Termasuk saya. Kemudian satu orang berkeliling menuang Kopi ke gelas gelas jamaah. Tiba giliran saya kopi habis! 😐😐 Kemudian ada yang menuangkan Zam zam ke gelas saya. Sambil bilang dalam bahasa Arab, kira kira: kamu minum Zam zam saja dulu sambil menunggu Teko Kopi berikutnya.
Teko Kopi tambahan datang, tapi gelas saya dilewati begitu saja…. Tinggallah saya nyeruput Zam-zam sambil menghibur diri: Zamzam lebih segar koq….
Yang unik adalah, kejadian ini bukan pertama dan terakhir tapi berulang hingga 3 kali. Setiap kali sampai di gelas saya, teko kopi habis. Dan setiap kali teko kopi tambahan datang, gelas saya dilewatin padahal gelas saya dalam keadaan kosong. Ah Tuhan bercandaNYA gini banget deh… batinku. Saya menyimpan rapat candaan Tuhan ini dan tidak cerita ke istri, saya baru cerita ketika sudah kembali Indonesia. Reaksi istri saya ? Dia tertawa bahagia sambil bilang: Pantas di bandara ayah bagi bagi kopi ke orang orang… Buat Penebusan dosa ?