Categories
Kisah Inspiratif

Pemerintah dan Kita ; Tukang Beras dan Tukang Roti

Diradio, televisi, koran dan media-media lain sering kita dengar banyak orang mengomentari kesalahan pejabat, pengusaha, anggota legislatif dan sebagainya, tetapi mengapa kecurangan, demi kecurangan terus saja terjadi?
Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram beras dari seorang petani. Ia curiga bahwa beras yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang beras itu, dan benar, berat beras itu tidak penuh satu kilogram.
Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada polisi dan memperkarakannya, dengan tuduhan : melakukan penipuan bisnis, dengan memalsukan berat beras yang dijualnya
Petani itu diajukan ke sidang pengadilan.
Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, ” terdakwa, tentu kau mempunyai timbangan? Untuk menimbang berasmu ”
“Tidak, tuan hakim.” jawab si petani.
“Lalu bagaimana kau bisa menimbang beras yang kau jual?” tanya hakim kemudian..
Petani itu menjawab “ah…itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang beras seberat satu kilogram itu, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu sebagai penyeimbang.”
Cukup banyak contoh, bahwa kita mudah menyalahkan orang lain untuk berperilaku lurus, namun kita sendiri tidak melakukannya.
Kawans, mari besegera mempebaiki keadaan dengan mulai dari diri sendiri, kita mulai dari apa yang kita bisa, dan kita mulai sekarang juga.

Categories
Kisah Inspiratif

ARLOJI dan SERBUK KAYU

Seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.
Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut.
Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.
Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman karyawan yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira.
Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Kini cuman dia seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu ‘Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?’
Tanya si tukang kayu.
Anak itu menjawab: ‘Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi ‘to-tak, tok-tak’. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada.’
Kawans, tahukah anda bahwa problema yang kita hadapi akan berkurang seperempat hanya dengan membiarkan diri duduk secara tenang?
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kegaduhan’.

Categories
Kisah Inspiratif

Tukang Kulkas Nan Mahal

Sering kita mendengar orang berkata : “Apa sebenarnya kehebatan Manager itu, yang dilakukan setiap hari hanya meeting ke meeting, rasanya nggak ada yang hebat, gitu gajinya besar”, mereka yang sirik menambahkan “itu hanya karena kedekatannya dengan bos. Dari pada terjebak membicarakan orang lain, mari kita belajar dari cerita ini.

Pagi hari ketika seorang ibu akan menyiapkan sarapan suami dan anaknya, terperanjat bercampur jengkel karena makanan basah di Kulkasnya basi, rupanya sejak tadi malam kulkas itu rusak dan mati.
Pagi itu juga dia lihat buku telepon, dia hubungi Tukang servis Kulkas, setengah jam kemudian datanglah tukang itu. Pertama dia mengamati dan memeriksa semua bagian kulkas itu, Dia lihat dimana sebenarnya masalahnya, setelah yakin berkatalah tukang itu “Ibu.. apakah ada handuk yang tak terpakai..?
Sambil mengambil handuk ibu ini keheranan, kalau tukang servis kan alatnya obeng, tang dan sebagainya, mengapa orang ini minta handuk…. Aneh” pikirnya. Segera Tukang ini membungkus tangannya dengan handuk, dan dipukulkan ke titik yang tadi telah dianalisa, dan kulkas itu kembali normal.
Setelah ditunggu lama dan kulkas itu tetap berjalan normal, maka ibu itu bertanya “berapa ongkosnya ?..”. “Semua tiga ratus ribu bu” jawab tukang itu. Si Ibu yang merasa kemahalan berkata “Pak, boleh tahu rinciannya untuk biaya apa saja ongkos sebanak itu”.
Begini bu…., Sepuluh ribu untuk biaya memukulnya dan Dua ratus sembilan puluh ribu untuk biaya menganalisa dan menentukan titik mana yang harus di pukul
Seseorang layak dibayar mahal bila dia mampu menganalisa dan menetapkan urutan prioritas mana yang harus diperbaiki, dan baru bertindak, seringkali tindakannya ini kelihatannya hampir sama dengan orang rata-rata lain, namun karena lebih tepat sasaran maka mampu meningkatkan kinerja timnya.

Follow : @budiwee on twitter!

Categories
Kisah Inspiratif

Akal si Kecil

Siang itu truk berukuran yang membawa barang dengan ukuran besar dengan tinggi yang lebih dari dari biasanya, tersangkut ketika melewati viaduck.  Kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana mengeluarkan dari tengah viaduck ini, karena posisi truk ini berada di tengah-tengah, jadi apakah mundur atau maju maka tetap saja barang yang diangkutnya akan rusak.

Ketika sopir itu mulai kebingungan dan kuatir barang yang dibawanya rusak, maka dia lmenelpon kantornya, kemudian datanglah bosnya untuk memikirkan bagaimana menyelematkan barang itu.

Kemungkinan pertama barang itu dicoba di urai pasangannya sehingga menjadi  lebih kecil, namun setelah dicoba tidak bisa.  Kemudian dicoba untuk pelan-pelan dimiringkan, ternyata tidak bisa juga.  Waktu terus berjalan sudah 4 jam berbagai usaha dilakukan tetapi semuanya sia-sia, sedangkan kemacetan lalu lintas semakin memanjang, polisi pengatur lalu lintas pun terus mendesak agar segera diselesaikan.

Dalam keputus asaan, tiba-tiba seorang anak kecil, yang pernah punya pengalaman yang sama dengan sepedanya mendekat dan mengatakan : “ Bagaimana kalau kita kempeskan saja bannya pak”

Benar, setelah dikempeskan semua ban maka posisi truk menjadi rendah, dan pelan-pelan truk itu dapat melewati viaduck itu, dan kondisi barang tetap utuh, dengan sedikit kerusakan saja.

“Rupanya orang-orang dewasa dan berpendidikan tinggi itu kalahnya dengan anak kecil saja ya…..” gumam beberapa orang yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu.

Sahabat, jangan meremehkan pendapat anak kecil atau orang berpendidikan rendah, karena seringkali, mereka memiliki sederhana namun dapat memecahkan masalah yang ada.

Categories
Kisah Inspiratif

Jeruk dan Kulit Jeruk

Bisakah sebuah negosiasi menggunakan prinsip Menang-Menang (win-win) ? tentu akan ada yang dirugikan dan diuntungkan bukan?. Banyak orang berpendapat demikian, konsep itu hanya dalam training saja tetapi tidak mungkin diterapkan dalam dunia yang sebenarnya, apakah andapun berpendapat demikian?
Seorang Ibu membeli sebuah jeruk bali sepulang dari kerja. Sesampainya dirumah maka dua anaknya yang mengetahui itu lalu berebut saling tarik menarik, sambil bertengkar. Maka segera dimintanya kembali jeruk itu, dan demi keadilan maka dia belah jeruk itu menjadi dua, separo bagian untuk anak pertama dan separo bagian lagi untuk anak kedua.
Anak pertamanya menuju ruang makan, dikupasnya jeruk itu, diambil jeruknya, dimakannya, sedangkan kulitnya disingkirkan disamping tempat duduknya.
Anak keduanya pun mengupas jeruk itu dengan perlahan, supaya kulitnya tidak rusak, dia singkirkan jeruknya, dia lebih tertarik dengan kulitnya, dipotong-potongnya kulit itu untuk dijadikan mobil-mobilan, kemudian dengan bangga dia tunjukkan kepada ibunya. Si Ibu yang melihat kedua anaknya itu berpikir, kalau tahu begini akhirnya, mengapa tadi harus dibagi dua, bukankah sebenarnya setiap anak dapat menerima utuh kulit untuk anak pertama, dan satu buah utuh untuk anak pertamanya.
Seringkali dalam negosiasi kita hanya berpikir diambil jalan tengah, selisih harga dibagi dua dan sebagainya, seperti pola pikir si Ibu tadi.
Mengapa kita tidak mencoba berpikir menang-menang dengan cara memberikan tambahan manfaat bagi lawan negosiasi, dengan sesuatu yang untuk pihak kita tidak terlalu berguna. Dengan demikian kita dapat meminta sesuatu yang kita inginkan. Adil itu bukan sama rata.jeruk bali

Categories
Kisah Inspiratif

Iblis Great Sale 2015

iblis great sale

Suatu ketika iblis menggelar cuci gudang besar-besaran, discount All Product! Jauh jauh hari iblis sudah mengiklankan di seluruh media terkemuka, dan tepat pada hari H seluruh peralatan dan perkakas yang akan di cuci gudang dipajang lengkap dengan harga jual dan discountnya. Perkakas yang dijual sungguh menarik dan semua berfungsi dengan baik, harganyapun tidak mahal, bahkan masih kena discount.
Perkakas itu antara lain: Iri, Dengki, Tak jujur, Tak Pandai Bersyukur, Malas, Dendam, Aniaya, Khianat dan lain sebagainya.
Di sebuah pojok ruang pamer, terdapat satu perkakas yang keliatan sudah usang, aus, bentuknya sederhana, dan harganya sangat tinggi dibanding perkakas yang lain dan lagi alat ini TIDAK ADA discount-nya !
Perkakas ini banyak dilihat oleh pembeli, mereka terheran heran dengan alat yang usang, aus, sederhana namun berharga jual paling mahal. Seorang calon pembeli bertanya: ” Alat apa ini ?”
Iblis menjawab: “ini namanya Putus Asa”
Calon Pembeli: “kenapa harganya mahal sekali ? padahal alat ini sudah usang, aus dan bentuknya tidak menarik ?”
Iblis: “biarpun sudah usang, alat ini masih bekerja dengan SANGAT BAIK, alat ini sudah AUS karena sering aku pakai, bentuknya sederhana karenanya mudah digunakan. harganya mahal sekali, karena alat ini berdaya guna tinggi. Aku bisa dengan MUDAH masuk kedalam HATI manusia dengan alat ini deibandingkan alat yang lain, begitu aku sudah masuk ke dalam hati manusia, maka aku akan dengan MUDAH MELAKUKAN apa saja yang aku inginkan pada manusia. Aku sudah SERING menggunakan alat ini, karenanya alat ini menjadi aus….tapi lihat hasilnya: berapa banyak manusia mengakhiri hidup dalam kesia-siaan ? berapa banyak mereka telah lari dari Tuhannya ? Berapa banyak mereka telah menjual Iman ? Berapa banyak manusia menjadi gelap mata dan menghalalkan segala cara ?
Kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa PUTUS ASA itu adalah MILIKKU !

Have a nice weekend, sobat….. 🙂 Ayo…jangan mudah menyerah !