Bagaimana menjadi pendengar yang baik.

Tuhan menciptakan dua telinga dan 1 mulut, konon adalah isyarat agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

P_20170517_141826_vHDR_Auto

Masalah terbesar dalam komunikasi kita adalah, seringkali kita mendengar hanya untuk memberikan balasan jawaban, BUKAN untuk MENGERTI. Sehingga kesediaan untuk mendengar adalah barang mewah yang belum tentu bisa ditebus dengan ilmu dan jabatan yang tinggi sekalipun. Padahal seringkali, separuh masalah akan selesai dengan didengarkan, konon dengan menjadi pendengar yang baik akan mampu meringankan beban orang yang sedang bermasalah. 

Menjadi pendengar yang baik bisa dilatih dan dipelajari, berikut adalah beberapa tips untuk menjadi Pendengar yang baik.

Apakah Anda perlu meningkatkan ketrampilan Anda dalam mendengarkan?

Menurut para ahli, “pendengar yang baik” memperlihatkan pola-pola tingkah laku yang berbeda dan hal ini bisa dengan mudah dilatih dan dikuasai.

Beberapa tips untuk menjadi pendengar yang lebih baik:

  1. Fokus! Hindari gangguan-gangguan dari luar dan perhatikan dengan seksama apa yang sedang disampaikan orang yang sedang berbicara. 
  2. Terjemahkan kata-kata dan emosinya. Kata-kata yang digunakan hanya sebagian dari apa yang sedang mereka sampaikan. Anda dapat menangkap pesan secara keseluruhan dengan cara memperhatikan juga emosi di balik kata-katanya. 
  3. Hindari memotong pembicaraan. Interupsi akan mempengaruhi komunikasi yang efektif. 
  4. Hindari menyaring pembicaraan. Terimalah dengan pikiran terbuka. Usahakan tidak menghakimi apa yang orang lain sampaikan hanya karena nilai-nilai yang Anda pegang.
  5. Ambil kesimpulan dari pesan yang disampaikan. Yakinlah bahwa Anda telah mendengarkan sesuatu dengan benar. Berikan kesimpulan atas apa yang orang lain sampaikan, tanyakan padanya apakah itu yang pesan yang ingin disampaikannya atau bukan.

 

Selamat berlatih untuk menjadi Pendengar yang Baik, ya..!

KNOW YOUR WORTH

P_20180302_123009_vHDR_On

Seorang ayah sebelum dia meninggal berkata kepada putranya, “Ini adalah arloji yang diberikan kakekmu kepada saya, dan usianya lebih dari 200 tahun. Tetapi sebelum kuberikan padamu, pergilah ke toko arloji di jalan Besar itu, dan katakan padanya saya ingin menjualnya, dan lihat berapa banyak yang ia tawarkan kepadamu untuk Arloji ini ”.
Dia pergi, dan kemudian kembali ke ayahnya, dan berkata, “pembuat jam menawarkan 50 ribu karena sudah tua”.

Sang Ayah berkata kepadanya: “pergi ke kedai kopi”.

Si Anakpun pergi dan kemudian kembali, dan berkata: “Dia menawarkan 50 ribu juga, Ayah”.

 “Pergilah  ke museum dan tunjukkan jam itu”.
Diapun pergi kemudian kembali, dan berkata kepada ayahnya, “Mereka menawar satu  milyar rupiah untuk harga jam ini”.

Sang ayah berkata, “Nak, ayah ingin memberi tahumu bahwa tempat yang tepat akan menghargaimu dengan cara yang benar.”

Jangan menempatkan dirimu di tempat yang salah, kemudian marah karena merasa tidak dihargai.

Mereka yang mengetahui nilaimu adalah mereka yang menghargaimu, JANGAN PERNAH tinggal di tempat di mana tidak ada seorangpun yang mampu melihat nilaimu.

Ketahui nilaimu. Know Your Worth.

Anak adalah Peniru Ulung

Anak adalah peniru ulung. Sebaik baik mendidik adalah dengan menjadi teladan.

Anak merupakan peniru ulung. Mereka akan menirukan hal-hal yang menarik perhatian dan rasa penasarannya. Maka tak heran jika banyak orang berkata, bila Anda ingin melihat dan mengetahui bagaimana sifat Anda maka lihatlah anak Anda. Lisa Nalven, M.D., dokter anak specialisasi perkembangan dan perilaku anak di the Valley Center for Child Development, Ridgewood, New Jersey mengungkapkan bahwa “kegiatan meniru adalah kegiatan yang sangat penting dalam tahap perkembangan kemampuan bahasa dan sosialisasi buah hati Anda”.

Perlu Anda ketahui bahwa kegiatan meniru buah hati Anda ini biasanya mulai terjadi pada saat usia anak Anda menginjak 1 tahun. Pada usia ini anak Anda memasuki tahun-tahun penting dalam tahap tumbuh kembangnya. Mereka akan menyerap segala nilai-nilai atau kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di rumah dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu Anda, sebagai orangtua harus bisa menanamkan nilai-nilai baik bagi buah hati Anda.

Daniel B. Kessler, M.D., direktur ikatan dokter anak spesialisasi perkembangan dan perilaku anak di Children’s Health Center of St. Joseph’s Hospital, Phoenix berkata “anak-anak biasanya akan mengamati dan mencermati informasi yang mereka lihat atau dapatkan sebelum mereka menirunya. Di usia 1 tahun, anak biasanya meniru apa yang mereka lihat dan dengar”.

Dari hal tersebut bisa kita simpulakan, bahwa Anda sebagai orangtua haruslah bisa menjadi contoh yang baik bagi anak Anda, karena hanya dengan bantuan Anda lah karakter dan kepribadian anak Anda bisa dibangun. Berikut ini tips yang bisa Anda ikuti agar kegiatan meniru si kecil bisa berpengaruh baik pada pribadinya

(sayangianak.com)