Categories
Kisah Inspiratif

Awas! Bahaya ngucek mata

IMG_20200229_113213Ini adalah pengalaman anak saya di akhir Februari kemarin. Berawal dari sakit conjungtivis atau belekan (Jawa) berujung harus opname di RS, karena terdapat luka pada kornea mata.

Konjungtivitis adalah mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva mata). Konjungtivitis sering kali disebabkan oleh infeksi virus (konjungtivitis virus). Selain konjungtivitis virus, terdapat juga konjungtivitis bakteri yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan konjungtivitis alergi yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Pengobatan konjungtivitis berbeda-beda tergantung penyebabnya. Konjungtivitis bakteri diatasi dengan obat tetes mata atau salep mata antibiotik, sedangkan konjungtivitis alergi diatasi dengan obat antialergi.

Sementara untuk konjungtivitis virus, tidak diperlukan pengobatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, dokter dapat memberikan obat tetes mata untuk meredakan gejala yang dialami penderita.

Nah…kasus yang dialami anak saya, conjungtivis yang disebabkan virus, untuk penanganan tetap saya bawa ke dokter spesialis mata. Dokter memberikan obat tetes. Alhamdulillah…sakit mulai membaik, mata tak lagi merah. Dokter juga berpesan untuk tidak mengucek mata. Larangan keras. Larangan sekaligus tantangan, karena anakku sekolahnya gak banyak pelajaran, banyak kegiatan ekstrakurikuler seperti: futsal, berenang, robotic, karate dsb.

Dokter sebenarnya menyarankan buat istirahat di rumah, tapi anakku tetap ingin sekolah apalagi merah di matanya udah berkurang. Dan….ketika di sekolah itulah kelakuan anak tak bisa dipantau. Pulang sekolah masih biasa saja, saya tes mata juga udah gak merah. Namun, sore hari saat mau tidur mata agak memerah dan keluar air mata terus menerus. Ketika ditanya: di sekolah tadi dikucek, gak ?

Tidak mau mengaku.  😃😃

Keesokan pagi, saat bangun pagi air mata masih nerocos keluar, bahkan mata menjadi sedikit bengkak. Walhasil..gak tega lihatnya. Akhirnya dibawalah kembali ke RS konsultasi dengan dokter mata.

Di depan dokter mata, barulah anak membuat pengakuan dosa. Di sekolah matanya diucek, alasannya gatal dan terasa enak saat diucek.

Karena diucek inilah, infeksi mata menjadi komplikasi karena luka menjalar ke kornea mata. Jadi pada kornea mata terdapat parut parut luka (bekas ucekan).  Saya diberi kesempatan melihat kondisi kornea mata melalui alat dari dokter, dan terlihat jelas kornea mata mengalami luka.

Dokter tidak mau ambil resiko, menyarankan untuk opname agar mendapatkan penanganan lebih intensif. Pengobatan menggunakan plasma darah dari sel darah anak saya sendiri, jadi prosesnya darah diambil kemudian diubah menjadi plasma darah (cairan bening) nah..itu digunakan sebagai tetes mata. Diteteskan setiap 1 jam sekali, sehari 6 kali penetesan.  Plasma darah ditempatkan dalam refrigerator (Kulkas) dan dijaga suhu dan sterilitasnya.

Oiya, awalnya mata kiri anak yang korneanya terluka dan setelah 2 hari bermalam sudah baikan. Saat kontrol dokter, saya sampaikan koq mata kanan gantian yang sedikit merah dan berair ? Setelah dicek ternyata virusnya pindah dan “menggerogoti” kornea sebelah kanan. Jadilah…opname diperpanjang untuk penanganan lebih lanjut. Pengobatan masih menggunakan plasma darah.

Alhamdulillah..tidak butuh waktu lama, kedua mata akhirnya membaik. Dan diperbolehkan pulang.

IMG_20200302_162521

Selama pulang, pengobatan masih dilakukan. Bedanya penetesan tidak lagi 1 jam sekali, namun 3 jam sekali. Selain tetes plasma darah, juga diberikan obat tetes yang lain ada 2 macam.

Nah…anak saya ini kelewat cinta sekolah, dokter menyarankan buat istirahat di rumah tidak mau. Tetap memaksa untuk sekolah dengan mata dibungkus perban. Dan…inilah yang dilakukan untuk menyamarkan perban di mata:

IMG_20200302_192543Yes! Anakku beli kacamata bajak laut dan kumis palsu…trus dipakai buat ke sekolah.

Gak papa lah. Yang penting sehat dan bahagia. Betul ?