Categories
Kisah Perjalanan

Tuhan tidak ikut sweeping

Jika kenal darimana berasal, PASTI tahu alamat pulang.
Jika kenal darimana berasal, PASTI tahu alamat pulang.

Menjelang Ramadhan kali ini kita disibukkan dengan pernyataan Menteri Agama agar menghormati mereka yang tidak berpuasa dan tidak memaksa warung untuk tutup selama bulan Ramadhan. Saya jadi teringat beberapa tahun lalu ketika Ramadhan marak dengan sweeping resto & warung makan, saya teringat kisah seorang kyai beserta rombongan melakukan perjalanan di bulan Ramadhan ke pulau seberang, setelah ratusan Kilometer ditempuh, sampailah di pulau yang dituju subuh hari. Selepas sholat subuh dari masjid, kyai & rombongan yang masih memakai sarung dan gamis itu langsung mencari sarapan. Sampailah di sebuah warung, kyai uluk salam: “Assalamu’alaikum…” Belum sempat salam dijawab, tiba-tiba pemilik warung berlari keluar dr warung sambil teriak: ” ampuun…sy jangan di sweeping..!”
Tinggallah sang kyai beserta rombongan melongo, sambil bergumam: ” Hormatilah yang TIDAK BERPUASA”
Saya tidak tahu, apakah saudara-saudara yang masih suka sweeping itu memikirkan para musafir, para wanita yang berhalangan, para anak-anak yang belum wajib puasa dan para para yang lain. Tapi saya yakin Tuhan tidak ikut sweeping, karena saya tidak melihat ada CINTA dan Kasih Sayang disana. Saya meyakini, kita tidak bisa memaksa orang lain menghormati kita, namun kita bisa memaksa diri kita sendiri menjadi orang yang layak dihormati, bukan semata orang yang gila hormat. Selamat Berpuasa semoga menjadi orang yang bertaqwa, bukan orang yang gila hormat…apalagi gila beneran.

Categories
Kisah Inspiratif

Putri dan Buaya

2013-12-12-15-57-49.jpg

Disekeliling kita banyak kita temui orang yang menikmati pekerjaannya, namun tetap saja lebih banyak orang yang tidak menikmati, bahkan tidak ada lagi motivasi untuk bekerja, mereka pergi ketempat pekerjaannya hanya untuk menyambung hidupnya. Apa yang membuat perbedaan ini?
Seorang konglomerat tua sedang resah, karena anak gadisnya belum juga mendapat jodoh, selain itu dia pun khawatir dengan calon putra mahkota yang akan meneruskan imperium bisnisnya. Maka dibentuklah panitia ad hoc untuk rekruitmen calon menantu ini, setelah tim bekerja keras menjaring calon-calon menantu, dengan berbagai jenis tes yang ada, terpilihlah lima calon menantu.
Tibalah saatnya untuk pengujian terakhir langsung oleh sang konglomerat sendiri. Tes itu diadakan di seputar kolam renang istananya. Para Kandidat menantu berdiri di pinggiran tempat perenang memulai startnya, sedangkan sang konglomerat berdiri di tepi seberangnya.
“Para calon menantu, mengingat tugas Anda nanti cukup berat, yaitu sebagai penerus bisnisku, dan pendamping putriku semata wayang maka ujian terakhir ini langsung dari aku” tegas sang konglomerat”.
“Ujiannya adalah berenang dari tempat Anda berdiri ke tepi tempat saya berdiri disini”, Maka para kandidat langsung mengambil ancang-ancang, lalyaknya perenang olimpiade, mereka tidak mau kecurian waktu saat start, namun rupanya instruksi belum selesai, dengan suara lantang sang konglomerat menambahkan “Kalau hanya itu ujiannya tentu terlalu enteng, tidak sepadan dengan ujian yang akan Anda hadapi, supaya mendekati dengan kenyataan dunia bisnis yang keras, maka sebentar lagi akan dimasukkan lima buaya yang sudah lima hari tidak makan”, segera dimasukkanlah buaya ke kolam renang itu.
Para Kandidat kelihatan bergidik, dan bergeser sedikit-sedikit mundur dari tepian. Dengan tak sabar sang konglomeratpun berteriak “Saya akn beri hitungan mundur sebanyak tiga kali, kalau ada yang berani silakan menceburkan diri, bila memang tidak berani, tidak apa-apa, akan kami cari calon yang lebih punya nyali, tiga… dua….sat….”
Tiba-tiba ada seorang kandidat yang berani masuk kekolam, berenang kencang, seekor buaya yang paling besar berenang mengejarnya, namun rupanya tak terkejar, sampailah calon menantu pemberani ini di tepian seberang dan meloncat disamping sang konglomerat. Semua yang ditepi kolam berdecak kagum, melihat anak muda yang pemberani ini.
“Anak muda yang pemberani selamat, anda memang layak menjadi putra mahkotaku, Disebelah kiriku telah menunggu putriku dan petugas yang siap menikahkanmu, dan disebelah kanan telah siap notaris dan para pemegang saham yang siap menyelenggarakan RUPS, Mana yang kamu pilih pertama. Dengan terengah-engah si anak muda ini menjawab : dua-duanya bisa ditunda dulu pak, yang pingin saya lakukan pertama adalah, mecari tahu siapa yang telah mendorong saya sehingga tercebur kekolam renang dan membuat saya hampir mati, dimakan buaya….
Kawans, motivasi kita dalam bekerja tidak jauh berbeda dengan motivasi anak muda tadi, yaitu didorong oleh ketakutan diwakili buaya atau visi kedepan diwakili putri, Bila kita bekerja hanya karena ketakutan (takut melarat/takut menganggur), maka kita akan menjalani pekerjaan dengan ketakutan dan keterpaksaan, Namun bila kita bekerja untuk mengejar visi kita yang telah tersusun di pikiran kita, maka kita akan melakukan pekerjaan kita dengan nikmat dan bersemangat, Yang mana pilihanmu ?

Categories
Kisah Inspiratif

Menggenggam Burung, Menggenggam Masa Depan

sepasang

Pernahkan Anda merasa serba gamang dalam setiap langkah kita, ketika melihat orang yang lancar berbicara, kita bertanya kepada diri sendiri “Mengapa saya tidak dapat bicara selancar itu, namun ketika melihat orang yang tenang berwibawa, mengapa saya tidak memiliki wibawa seperti itu”. Selain itu juga terus terpikir tentang ucapan seseorang tentang diri kita, hati-hati mungkin kita sedang mengalami krisis identitas dan penurunan kepercayaan diri. Nasib kita ada ditangan kita sendiri.
Tersebutlah seorang bijak yang karena kekhusukannya berdoa dan membaca kitab suci, konon dia dikaruniai Tuhan memiliki kemampuan “melihat masa depan”, maka berbondong-bondonglah orang menanyakan nasib kepadanya, Mulai dari rakyat jelata sampai para penguasa. Karena kemampuannya itu maka dia termashur diseluruh negeri.
Ada seorang anak berusia empat belas tahunan punya ide hebat untuk mengalahkan kesaktian Guru sufi ini. Dia mencari burung kecil namun sudah bisa terbang, kemudian diajaknya beberapa temannya kerumah sufi ini untuk diajak adu kecerdasan katanya.
Dihadapan sufi anak ini berkata “Sufi mari kita adu kecerdasan, coba sufi tebak burung yang ada dalam genggaman saya ini hidup atau mati”, katanya dengan mantap. Menurutnya apapun jawaban Sufi akan salah. Bila Sufi menjawab “Hidup”, maka dia akan meremas burung itu dan matilah dia. Namun bila Sufi mengatakan “Mati”, maka dia akan terbangkan burung itu dihadapan sufi, sebagai simbol kekalahannya.
Mendengar hal itu Sufi tersenyum, “Anakku mendekatlah, Kamu cerdas sekali, jawaban dari tebakanmu ini akan menjadi pelajaran hidup bagi semua orang didunia ini, Jawabanku adalah Nasib nyawa burung itu ada di tanganmu”. Setelah diam sejenak sambil menoleh kepada temannya larilah anak itu keluar dari rumah sufi itu.
Kawans, ketahuilah bahwa masa depan kita tergantung dari kita sendiri, tentu dengan rahmat dan bimbingan dari Yang Maha Kuasa. Bukan tergantung dari lingkungan, orang tua atau pimpinan kita, mereka hanya membantu namun diperlukan komitmen yang kuat dari kita sendiri.

Categories
Kisah Inspiratif

Melatih Kuda Terbang

2013-12-12-15-57-49.jpg

Ada seorang laki-laki yang di jatuhi hukuman mati oleh raja, meminta penangguhan hukuman mati dengan menawarkan sesuatu: “Aku akan mengajarkan kuda raja supaya bisa terbang dalam waktu setahun,” Kata tahanan itu. “Kalau aku tidak berhasil, baginda bisa mencabut nyawaku.”

Sang Raja senang dan mengabulkan permintaan pria itu.

“Apa kamu sudah gila?” tanya teman pria itu. “Mengapa kau mengajukan penawaran seperti itu? Tentu saja kamu pasti mati tahun depan.”

“Satu tahun itu masih lama,” kata pria terhukum itu. “Banyak hal bisa terjadi dalam setahun. Mungkin saja Raja meninggal. Atau aku mungkin mati karena sebab lain. Atau mungkin kuda Raja yang mati. Siapa yang tahu? atau mungkin juga kuda bisa terbang!”

Kawans, seorang pemimpin visioner  akan melihat banyak kemumgkinan di masa depan. Ia mengasumsikan, jika satu pintu telah tertutup, pintu yang lain dengan nilai yang sama akan terbuka. Terkadang hidup adalah perkara mengulur waktu dan menyusun strategi lebih baik untuk melakukan “tendangan balik”. Berperang bukan hanya perkara maju menyerang, namun juga strategi untuk bertahan. Satu keahlian terpenting yang akan membuat sukses adalah kemampuan melihat beberapa kemungkinan, kemudian fokus pada salah satu yang paling memungkinkan untuk memberikan keuntungan, dan bekerja keras untuk mewujudkannya.