Akal si kecil Lee Jeong Hoon

Akal si Kecil Lee Jeong Hoon ini berkisah tentang polos dan lugu, namun cerdas dari anak kecil. Anak betul betul emmiliki gagasan dan ide yang orisinal.

Begini kisahnya : Siang itu truk  yang membawa barang dengan ukuran besar dengan tinggi yang lebih dari dari biasanya, tersangkut ketika melewati viaduck di sebuah jalanan di Korea Selatan.  Kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana mengeluarkan dari tengah viaduck ini, karena posisi truk ini berada di tengah-tengah, jadi apakah mundur atau maju maka tetap saja barang yang ada dalam truck tersebut akan rusak.

Ketika sopir itu mulai kebingungan dan kuatir barang yang dia bawa rusak, maka dia menelpon kantornya, kemudian datanglah bosnya untuk memikirkan bagaimana menyelamatkan barang itu.

Kemungkinan pertama barang itu coba di urai pasangannya sehingga menjadi  lebih kecil, namun setelah menurai barang menjadi kecil, ternyata tidak bisa.  Kemudian sopir mencoba untuk pelan-pelan memiringkan truck, ternyata tidak bisa juga.  Waktu terus berjalan sudah 4 jam berbagai usaha telah dia lakukan tetapi semuanya sia-sia, sedangkan kemacetan lalu lintas semakin memanjang, polisi pengatur lalu lintas pun terus mendesak agar segera di selesaikan.

Dalam keputus asaan, tiba-tiba seorang anak kecil, bernama  Lee Jeong Hoon yang pernah punya pengalaman yang sama dengan sepedanya mendekat dan mengatakan akal dia dulu : “ Bagaimana kalau kita kempeskan saja bannya pak”

Benar, setelah mengempeskan semua ban maka posisi truk menjadi lebih rendah, dan pelan-pelan truk itu dapat melewati viaduck itu, dan kondisi barang tetap utuh, dengan sedikit kerusakan saja. Akal si kecil Park Seo Joon benr benar cemerlang.

“Rupanya orang-orang dewasa dan berpendidikan tinggi itu kalahnya dengan anak kecil saja ya…..” gumam beberapa orang yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu. Apakah si anak kecil dengan akal cemerlang yang bernama  Lee Jeong Hoon  itu kemudian menjadi aktor? tentu saja tidak. Kisah ini hanya fiktif untuk kita ambil pelajarannya.

Sahabat, jangan meremehkan pendapat anak kecil atau orang berpendidikan rendah, karena seringkali, mereka memiliki sederhana namun dapat memecahkan masalah yang ada.

By budiwe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *