budiwe.com adalah pakar soft skill terpercaya

Jika kita memasuki dunia kerja, pastinya kita akan sering mendengar soal hard skill dan soft skill. Hal ini merupakan poin mendasar yang tak cuma harus kita ketahui, namun para pencari kerja juga harus memilikinya. Bahkan, yang sudah masuk di dalam dunia kerja pun, bisa mendalami hal ini secara lebih untuk meningkatkan karir.

Nah.. Apa itu Hard Skill dan Soft Skill?

Hard skill merupakan keahlian utama yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan dari segi kemampuan spesifik yang di dapatkan dari pendidikan formal, misalnya Programming, Desain, Coding dan sebagainya.
Sedangkan Softskill adalah atribut dan ciri kepribadian (bawaan) seseorang sebagai individu, yang tidak di dapatkan dari pendidikan formal, biasanya di dapatkan dari interaksi dan pengalaman hidup, contohnya: Leadership, Communications, Cara Berfikir Analitis, Etos kerja dan sebagainya. Softskill meskipun tidak di dapat dari pendidikan formal, namun berperan besar unutk mendukung karir dan masa depan menjadi lebih baik.


Untuk memberikanmu gambaran lebih jelas terkait perbedaan hard skill dan soft skill kamu juga perlu mengetahui contoh dari dua keterampilan ini.

Contoh hard skill adalah saat seorang akuntan di era ini membutuhkan kemahiran dalam menggunakan seperangkat tools seperti Ms. Excel, Quickbooks, SAP, dan Software perpajakan.
Sementara itu, contoh soft skill yang diperlukan oleh seorang Akuntan yaitu keterampilan komunikasi, ketrampilan Presentasi dan Ketrampilan berpikir analitis. Akuntan memerlukan skill ini untuk menyampaikan tentang kondisi keuangan kepada jajaran eksekutif. Di samping itu, contoh soft skill lain dari akuntan seperti kemampuan untuk transparan dan jujur dalam melaporkan secara detail keuangan perusahaan.

Di tengah perkembangan yang pesat di berbagai bidang saat ini, hard skill bukan lagi satu-satunya kemampuan yang harus kita miliki. Sebab, soft skill juga menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan karier. Soft skill seperti kerja sama, komunikasi, etika dalam bekerja, penampilan, empati, dan kecerdasan emosional itu penting untuk kesuksesan karier atau bisnis daripada hasil akademik.

Bagaimana cara untuk mengembangkan soft skill?

CARA MENGEMBANGKAN SOFTSKILL

  • Mengikuti Pelatihan/Training/Kursus,
    • Kursus/Pelatihan pengembangan kepemimpinan dan manajemen dapat mengajarkan banyak soft skill, seperti komunikasi, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga berbicara di depan umum. Program pelatihan dan pengembangan diri juga cukup efektif untuk meningkatkan kesadaran diri dan meningkatkan kemampuan komunikasi, karena itu pilihlah lembaga Training yang berpengalaman dan memiliki instruktur/trainer yang benar benar expert di bidangnya, yang benar benar pakar soft skill.
  • Cari Mentor khusus
    • Memiliki mentor yang bisa membimbing dalam hal karier juga menjadi salah satu cara terbaik mengembangkan soft skill. Sebab, mentor dapat memberikan bimbingan jangka pendek maupun jangka panjang. Seseorang yang sudah lebih berpengalaman juga dapat memberikan inspirasi dan perspektif baru. Pilihlah mentor yang benar benar pengalaman.
  • Menjadi Relawan/Volunteer
    • Meluangkan waktu dan menjadi relawan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengasah soft skill yang mungkin tidak akan kita dapatkan di kampus atau kantor. Menjadi relawan untuk tujuan kebaikan dapat membuat Anda menjadi seseorang yang lebih utuh dan penuh kasih sayang. Selain itu, dari laman Linkedin, kegiatan volunteer atau menjadi relawan juga dapat mengembangkan beberapa soft skill lainnya, seperti kerja tim, rasa percaya diri, kesabaran, komunikasi, dan juga empati.

Saat ini pemerintah sedang membuka program Kartu Prakerja untuk meningkatkan skill dan kompetensi para calon pencari kerja maupun mereka yang masih bekerja dan ingin meningkatkan kompetensinya. Apa syarat mendapatkan Kartu Prakerja ini ?

Syarat pendaftar Kartu Prakerja, yakni:

WNI Berusia 18 tahun ke atas Pencari kerja atau penganggur (lulusan baru maupun terkena PHK)

Pekerja (buruh/karyawan) yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja

Tidak sedang mengikuti pendidikan formal

Bukan penerima bansos Kementerian Sosial (DTKS), BSU, maupun BPUM

Bukan TNI/Polri, ASN, anggota DPR/DPRD, dan lainnya.

Apakah anda memenuhi syarat? Jika memenuhi syarat, maka bisa daftar kesini. Jangan lupa pelajari juga Tips Lolos Prakerja dari sini.

By budiwe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *