euro 2020

Perhelatan final piala Eropa 2020 sudah berakhir seiring berakhirnya adu pinalti antara Inggris VS Italia. Pertandingan di stadion Wembley, Inggris tersebut berakhir dengan kemenangan Italia atas Inggris dengan Skor 3-2. Meski pertandingan telah berakhir, namun ada pelajaran menarik dari perhelatan tersebut. Yaitu bagaimana mengajarkan anak menerima kekalahan.

Adu pinalti dilakukan setelah senelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu berakhir. Meskipun pertandingan telah berakhir, dengan kemenangan Italia. Namun kehadiran Pangeran George putra dari Pangeran William dan Kate Middleton cukup menarik perhatian dan menjadi viral di media.

Pangeran kerajaan Inggrs itu datang ke stadion Wembley dengan busana jas biru Navy, kemeja biru muda dan memakai dasi garis-garis. Sebuah paduan busana yang sama dengan ayahnya, Pangeran William.

Di sisi lain, Kate Middleton sang ibu datang dengan busana blazer putih serta angting berwarna merah yang menandakan senadanya busana oleh Duchess of Cambridge dengan warna seragam Timnas Inggris.

Ekspresi Gembira Pangeran George saat Tim Inggris mencetak Gol

Yang viral dan sempat menjadi sorotan adalah raut muka pangeran George ketika Tim Inggris kalah. Reaksi kesedihan kian terlihat pada raut wajah Pangeran yang masih berusia 7 tahun itu. Sejumlah aksi cuitan pendukung Timnas Inggris di twitter pun berdatangan. Apalagi melihat reaksi Pangeran George yang sedang bersedih itu seolah-olah mewakili perasaan mereka sendiri.

BACA JUGA: Kenapa Sulit Menerima Kenyataan?

Wajah semula semringah bahagia, tiba tiba berubah menjadi kesedihan dan kekecewaan. Namun Pangeran George bisa belajar banyak dari peristiwa ini. Setidaknya Pangeran George belajar bahwa: Tidak semua hal bisa ia dapatkan walau ia adalah seorang Pangeran sekalipun.

Mengajak anak untuk nonton pertandingan dan mendukung tim kesayangan adalah cara yang bagus untuk mengajarkan nilai nilai sportivitas. Salah satu tugas orantua adalah mengantarkan anak pada kesuksesan. Namun, hidup terkadang juga penuh oleh berbagai kekalahan.

Oleh karena itu, orangtua perlu menempa dan mengajari anak untuk belajar menerima kekalahan dan kembali bangkit demi mengejar keinginan. Jika tidak, anak yang gagal menerima kegagalan rentan mengalami permasalahan psikis dan mental, misalnya: kecemasan, ketakutan. Kemampuan untuk menerima sesuatu yang  tidak sesuai harapa, misalnya: kekalahan sangat penting untuk dipelajari anak. Ini mengajarkan mereka jadi lebih mandiri untuk mencapai keberhasilan di masa depan.

Nah…bagaimana cara mengajarkan Anak Menerima Kekalahan? BACA SINI

By budiwe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *