Merebus Katak | boiling Frog

sumber gambar: http://www.inflexion-point.com/
sumber gambar:
http://www.inflexion-point.com/

Sebuah perusahaan besar yang sebelumnya dikagumi oleh semua orang, kadang-kadang terpuruk dan pelan-pelan tapi pasti menuju ke kebangkrutannya. Mengapa hal ini terjadi? bagaimana supaya perusahaan kita tidak mengalami hal yang serupa?
Mari kita belajar dari cerita lama tentang cara merebus katak berikut ini….
Seorang direktur yang kinerja perusahaannya memburuk pada puncak kebingungannya bertemu dengan seniornya yang sudah pensiun namun tetap dihormati oleh semua karyawan di perusahaan itu.
Dalam percakapan melalui telepon ketika membuat janji, maka mantan direktur ini mengatakan “Sebagai syaratnya bawalah dua katak hidup, ketika kamu menemuiku besok pagi” katanya. Dengan perasaan heran sang direktur bergumam “Kok seperti ke dukun saja, bawa-bawa syarat segala”.
Pagi itu bertemulah direktur ini dengan seniornya yang sudah duduk menunggu di taman belakang rumahnya, disampingnya ada dua buah panci berisi air. Setelah direktur itu mengemukakan kondisi terakhir perusahaannya dengan berbagai masalahnya, maka dia meminta nasehat apa yang harus dilakukannya.
“Panci pertama itu berisi air panas, masukkan katak itu kedalamnya”, maka ketika dimasukkan melompatlah katak itu sekuat tenaga dari dalam panci, maka selamatlah dia.
“Sekarang masukkan katak itu ke panci yang berisi air dingin itu”, maka tentu saja katak kedua ini tenang-tenang saja. “Sekarang taruh panci itu di tungku yang berapi kecil itu” lanjutnya. Maka dengan bertambahnya suhu air yang pelan-pelan itu tidak membuat katak segera meloncat, dia tetap didalam panci itu, sehingga ketika air sudah panas, semuanya sudah terlambat, dia tidak memiliki cukup tenaga untuk melompat, dan matilah katak itu.
“Analisalah apa yang baru saja terjadi, pulanglah dan segera lakukan perbaikan” katanya dengan datar.
Kawans, sekelompok orang di perusahaan yang mengalami kinerja yang semakin memburuk, kadang kurang menyadari kondisinya, mereka tidak segera membuat tindakan-tindakan segera untuk mengatasi kondisi itu, dan ketika mereka menyadarinya semua sudah serba terlambat, dan habislah riwayat perusahaan itu.