Categories
Semua Tentang Anak

#PiknikMurah 2

belanja

 

Piknik murah kali ini, kita kan mengunjungi tempat favorit para ibu πŸ™‚ yaitu: Supermarket.
Banyak hal yang bisa kita lakukan di supermarket, selain berbelanja. Hal yang menarik lagi adalah, kita bisa ajak anak dari semua umur. Yang akan saya bagikan adalah #PiknikMurah untuk anak dibawah 5 tahun dan anak usia 8-9 tahun.
Kegiatan #PiknikMurah bisa kita mulai sejak dihalaman parkir, untuk anak dibawah 5 tahun kita bisa ajak untuk mengenali warna (mobil), menghitung rodanya, melihat bentuk roda, bentuk Box (pada mobil box) dan sebagainya. Untuk anak usia 8-9 tahun kita bisa mengenalkan macam-macam alat transportasi, mengenal arah/denah (misal: mobil ini menghadap mana? ATM disebelah mananya tempat parkir?).
Lanjut masuk ke Supermarket, untuk anak usia 8-9 tahun kenalkan dengan konsep tentang Pasar. Apa itu pasar tradisional? Apa itu pasar Modern? Coba bedanya apa? Jika kegiatan ini disertai belanja, kita bisa kenalkan tentang alat pembayaran yang sah (Uang), jika belanja tentang sayuran kita bisa ajak anak untuk mengenali kandungan vitamin dalam sayuran yang kita beli, protein serta manfaatnya. ( Tips: Jika kesulitan apa saja yang bisa dipelajari, ibu dan bapak bisa menyesuaikan dengan Silabus Mata Pelajaran sang buah hati)
Bagaimana untuk anak dibawah 5 tahun? Ajak aja jalan-jalan ke tempat ikan segar, kenalkan dengan jenis-jenis ikan, dorong anak supaya suka makan ikan. Ajak anak mengenali bentuk tahu, tempe dan tomat (bundar, kotak dan sebagainya).
Sementara ini dulu, saya yakin ibu dan bapak sudah menerapkan hal-hal tersebut saat mengajak sang buah hati ke Supermarket.
Iya kan, Bu ?

Categories
Semua Tentang Anak

#PiknikMurah 1

cbbb
BAHAGIA

Sudah setahun terakhir saya berusaha ngajak piknik murah ke teman-teman saya. Saya berikan ittinerary kegiatan dan gambaran apa saja yang bisa dilakukan dalam kegiatan piknik murah itu. Contohnya seperti yang saya lakukan pada keponakan saya ini. Saya ajak mereka piknik ke Rumah Sakit. Ya, benar. Piknik ke Rumah Sakit.
Di dekat rumah ibu saya, ada RS Dr Oen Solobaru. RS yang memiliki tema dan konsep: Teduh untuk Sembuh. RS ini banyak tanaman, burung burung. Ada juga ayunan.
Nah…piknik dimulai dari saat masuk di tempat parkir, kenalkan anak pada profesi tukang parkir. Apa saja tugasnya? Kenapa harus ada tukang parkir? Dan seterusnya…. saat masuk ke dalam RS bertemu dengan profesi lain, misalnya Satpam lakukan hal yang sama. Bisa ditambahkan (modifikasi) dengan melatih anak berkomunikasi dengan orang lain (Satpam) dengan meminta anak untuk bertanya: lokasi ATM dimana? Bangsal bayi dimana? Dan seterusnya… Setelah masuk ke dalam bangsal kenalkan anak dengan profesi-profesi lain: dokter, perawat, ahli Gizi, Cleaning Service dan sebagainya.
Selesai berkeliling, bawa anak ke taman (tempat ayunan atau teman lain yang nyaman buat anak) ajak diskusi: profesi apa yang paling penting? Profesi apa yang paling berkesan bagi anak?
Melalui piknik murah ini, salah satu manfaat yang saya rasakan adalah keponakan saya menjadi menghargai setiap profesi dan berujung pada menghargai setiap karya orang lain.

Categories
Kisah Inspiratif

Membangun Karakter Anak dari Budaya Antri

Antri
sumber gambar: http://www.dailymail.co.uk/

 

Pernahkah anda mendengar cerita Guru SD tentang pelajaran matematika dan mengantri ? Suatu ketika terjadi obrolan tentang pelajaran matematika.Guru SD berkata, “Kami tak khawatir jika murid kami tak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tak pandai mengantri”

Guru yang lain: “Mengapa bisa begitu? Ditempat kami justru sebaliknya”

Guru SD berkata: “Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bln secara intensif untuk bisa Matematika, tapi kita perlu melatih anak hingga 12 th lebih untuk bisa antri. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI. Hanya sebagian kecil saja murid dalamΒ  satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Namun SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti membutuhkan Etika Moral & Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidupnya”

Tanpa mengecilkan pelajaran Matematika dan pelajaran yang lain, mari kita bahas pentingnya membangun karakter dari budaya mengantri.

Yuuukkk……

Apa sih pelajaran dan nilai dari Mengantri ?

  1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang
  3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yg datang lebih awal dpt giliran lebih awal & tak saling serobot merasa diri penting.
  4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
  5. Anak belajar kreatif untuk mikir kegiatan apa yg bs dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri.
  6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
  8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
  9. Anak belajar disiplin, teratur, dan kerapihan.
  10. Anak belajar memiliki RASA MALU jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  11. Anak belajar bekerjasama dgn orang2 yg ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil
  12. Anak belajar jujur.

Nah sekarang bagian yang paling menarik: apa yg teman-teman lakukan saat #Antri ? πŸ™‚

Ada banyak hal bisa kita lakukan saat #Antri. Namun bagaimana bila kita mengajak anak kecil saat #antri ? Yups. Kita justru bisa belajar. Menurut penelitian, anak kecil hanya akan mampu fokus/perhatian selama 20 mnt saja. Selanjutnya fokus akan terpecah. disinilah seni dan kreatifitas ortu diuji untuk menjaga mood anak agar tidak rewel saat harus #Antri.

Hal yg bisa kita lakukan saat #Antri bersama si kecil misalnya: jika usia TK/PAUD coba ajak untuk mengenali warna, misal menyebut warna baju. Bisa juga ajak sikecil menghitung jumlah pengantri, bedakan jenis kelamin, ajak kenalan (bisa sebaya atau tdk). Jika si kecil sudah usia SD, ajak berhitung misal: jumlah antrian brp ? Jika ada nomor antrian bs berlatih pengurangan dsb. Mengenalkan jenis pekerjaan pd anak juga bisa, misal: kasir tugasnya… Satpam… Perawat.. jika #Antri di bank, kita bisa cerita ttg sejarah uang pd anak, apa itu barter, fungsi bank apa dsb. #antri di tokopun bisa untuk belajar, anak kecil bisa kita ajak untuk mengeja nama barang yg kita beli, warna bungkusnya dan fungsinya. #Antri di terminal/Stasiun kita bs bercerita ttg alat transportasi, pilot, masinis dsb. Bisa ajak anak menghitung roda bus dll πŸ™‚ Nah…msh byk hal asyik yg bisa kita lakukan saat #Antri. Sayangnya sy sgt jarang melihat hal ini dilakukan oleh ortu ke anaknya πŸ™‚ Kadang juga saat #Antri ortu bete, anak banyak tanya malah di bentak πŸ™‚ padahal anak2 itu aset berharga. Ingat istilah Golden Age kan? MENDIDIK itu tdk bisa MENDADAK, prosesnya panjang dan butuh kesabaran. Sebaik2 pendidikan adlh dengan keteladanan. Anak2 itu peniru ulung. Jgn racuni dgn prilaku buruk kita.