https://budiwe.com/ini-dia-6-cara-mudah-mengatasi-tantrum-anak/

Sebelum membahas langkah langkah dan cara mengatasi Tantrum, kenali dulu:

Apa itu tantrum ?

Tantrum atau dalam istilah psikologi kita kenal sebagai “temper tantrum” adalah perilaku marah pada anak-anak, biasanya terjadi pada usia pra sekolah (1 – 4 tahun). Anak mengekspresikan kemarahan dengan berteriak, memukul, menendang, menangis, tidak mau beranjak dari tempat tertentu, berguling – guling, menjatuhkan diri ke lantai, bahkan menyakiti diri sendiri. Umumnya, tantrum merupakan ekspresi frustrasi dari anak karena keterbatasan dan ketidakmampuan mereka dalam mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya. Bisa karena anak merasa sedih, kecewa dan tidak puas. Bisa juga anak merasa orang tua tidak peduli dengan kebutuhannya, tidak mau mendengarkan dan tidak memahami keinginannya, sehingga di puncak frustrasinya anak pun “mengamuk”.

Jadi, Tantrum adalah kondisi anak merengek hingga menangis meraung-raung supaya keinginannya terpenuhi. Seringkali, karena tak tahan dengan rengekkan sia anak, orangtua langsung memberikan keinginan sia anak. Akibatnya, tantrumnya justru menjadi. Koq bisa ? Itulah uniknya, semakin kita memenuhi keinginan anaknya maka perilaku tantrum akan semakin berkembang bahkan levelnya bisa semakin meningkat. Dalam hal ini bisa jadi anak berpikir dengan perilaku tantrum ia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan. Oleh karena itu, orang tua perlu belajar untuk mengatasi perilaku tantrum pada anak agar tidak menjadi kebiasaan dan pembesaran sifat pada anak. Dalam hal ini orang tua harus mampu membimbing dan mengajarkan cara yang baik agar anak mampu bersikap positif dan mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang tua dan lingkungannya.

Meskipun Tantrum adalah gejala normal dalam perkembangan anak, Sebaiknya saat anak Tantrum  jangan terus kita ikuti kemauannyai, sebab anak akan menggunakan tantrum ini sebagai senjata untuk mencapai keinginannya.Saat anak Tantrum segera koreksi perilakunya karena ini bukan fase perkembangan yang normal.


Pada anak usia 1-3 tahun, kemampuan bahasa anak masih berkembang dan belum sempurna, sehingga membuatnya sulit menyampaikan apa yang perasaannya, baik isi hatinya maupun keinginannya. Hal tersebut akhirnya membuat anak frustasi dan akhirnya terjadi tantrum.

KENAPA ANAK MENGALAMI TANTRUM ?

Selain hal di atas, berikut adalah beberapa alasan anak mengalami tantrum:

● Keinginan untuk menjadi independen. Anak-anak terutama menjelang usia 3 tahun mengalami fase ingin menyatakan independensinya. Ia ingin melakukan segala sesuatu sendiri.

Secara tidak langsung ia ingin menunjukkan bahwa ia mampu melakukannya tanpa bantuan orang dewasa. Ketika keinginannya ini tidak tercapai, maka ia akan merasa frustasi.

● Dalam masa transisi. Beberapa anak akan tantrum ketika orang tuanya mengantar anak ke tempat pengasuhan anak (daycare). Hal ini terjadi karena ia ingin menyatakan rasa tidak setuju dan rasa sedihnya.

● Ingin mendapat perhatian. Ada pula anak yang menjadi sering tantrum setelah memiliki adik baru atau saat ia merasa kurang perhatian orang tuanya. Dengan melakukan perilaku ekstrem, ia berpikir akan mendapatkan perhatian yang diinginkannya.

● Merasa lelah, bosan, dan lapar. Sebagaimana orang dewasa, anak pun akan menjadi lebih emosional dan sensitif ketika ia merasa lelah, bosan, dan lapar.

BACA JUGA: SISI POSITIF TANTRUM BAGI ANAK

Tantrum yang terjadi pada tiap anak bisa berbeda-beda, mulai dari merengek, menangis, berteriak, memukul, bahkan menahan napas. Tantrum dapat terjadi pada siapa saja, baik anak laki-laki maupun perempuan.

Cara mengurangi peliaku Tantrum yaitu:

1) pahami keinginan anak, bei waktu saat anak meminta dengan dikabulkan. Ini untuk mendidik agar anak sabar & dapat menunda keinginan.

2) Hindari umbar janji. Ingat: anak selalu ingat janji dan tidak semua keinginan anak bisa kita penuhi.

3) Kenali tangisan anak. Kadangkala saat merengek anak akan melirik dan memperhatikan anda, ini untuk menyelami kegalauan anda. Saat anak tahu anda galau anak akan makin keras menangis dan memainkan perasaan kita.

4) jika anak mulai destruktif, segera peluk atau bawa ke tempat lain (kamar, masuk mobil) bisikkan bahwa yg anda lakukan itu karena anda cinta kepadanya

5) Konsistenlah. Jangan mudah goyah dengan tangisan anak. Ingat: anda sedang mendidiknya.

6) Jadilah teladan! Anda harus bisa menunjukkan ke anak bahwa andapun bukan orang kompulsif yang keinginannya harus terkabul saat itu juga.

Nah itulah 6 langkah mudah mengatasi Tantrum pada anak.

BACA JUGA: ANAK SULIT BICARA ? WAH JANGAN JANGAN KENA SM!

By Rina Dyah

Dosen Kampus Swasta di Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *